TUA TUA KELADI
Oh waow!
Setelah
beberapa hari sepertinya ga bisa nulis dengan sepenuh konsentrasi,
karena
perhatian tersedot untuk kerjaan.
*Oh yeah!
Sudah layak dan sepantasnya, Eka, Your job get more attention.*
Semoga malam
ini saya bisa nulis dengan nikmat dan tuntas.
Topik malam
ini di hari yang ke 10 bulan Juni adalah: Tua dan Bersemangat!
Ada apa
gerangan saya menulis topik ini? Kesambet apakah saya?
Hahahaha..
Ini sekaligus
bagian dari live report kerja di hari
Minggu, yang saya lakoni dengan gumbira hari ini.
Jadi,
ceritanya, hari ini, kami (perusahaan tempat saya bekerja) mengadakan kegiatan
Fun walk.
Kegiatan ini
mengumpulkan sekitar 500 orang lansia di Surabaya.
Dan, akan
diadakan senam diabetes, jalan sehat, konsultasi gizi, dan tentu saja, sesi
doorprize dan hiburan.
Nah!
Pertama, saya takjub dengan semangatnya lansia-lansia
ini.
Jam setengah 6
pagi, sudah cantik dan rapi berkumpul di tempat event kami diadakan.
*saya panitia
siap jam 3.30 dengan ngantuk dan setengah sadar ga sadar*
Ada yang
berangkat naik angkot rombongan.
Ada yang
boncengan suami-istri lansia romantis.
*dan bikin
saya sirik, lalu ngarep.*
Ada yang
diantar anaknya.
Ada yang naik
motor sendiri.
Macam-macam.
Yang jelas, mereka tepat waktu.
Jam 6 sesuai jadwal di undangan, mereka sudah
siap di venue.
Kebayang gak
seh, kalo itu saya, hari Minggu jam setengah 6 pagi, apa yang normalnya saya
lakukan?
Ato lebih
tepatnya, apa yang normalnya akan saya pilih untuk lakukan?
(Walopun,
seringnya saya gak punya pilihan, hix.
Dua minggu dalam sebulan sudah dipastikan, saya malah kudu bangun jam 5,
demi yang judulnya bekerja. *malah curhat*)
Di usia 23
tahun ini, rasanya Minggu pagi, dengan tarik selimut lebih kenceng akan
jauuuuuhhh lebih terasa nikmatnya.
Jadi, kalo
nenek-nenek dan kakek-kakek itu, sudah rapi wangi cantik jam setengah 6 pagi,
saya salut.
Kedua, saya takjub dengan antusiasme kakek-nenek ini.
Betapa
sulitnya kalo manusia seusia saya diminta untuk maju ikutan senam di deretan
paling depan?
Nah, kebayang
gak sih, ini nenek-nenek dan kakek-kakek, malah rebutan minta baris pertama.
Aaakk!
Gilirannya, kami -para panitia, yang bingung, gimana caranya merayu-rayu mereka
supaya ada yang mau di belakang. Mereka super antusias!
Dan,
antuasiasme itu menular.
Ketiga, saya
takjub dengan hebohnya para simbah.
Oke! Umur
boleh sepuh, tapi urusan joged dan naik panggung, mereka asereje banget.
Lupa usia.
Lupa umur.
Berebutan maju
ke panggung buat sumbang suara, tanpa perlu diminta.
Tidak
malu-malu untuk turun mengaspal dan berjoged, bergembira ria.
Dan, yang
super heboh adalah,
Can u imagine? Seorang nenek, usianya saya
perkirakan uda 60 tahunan.
Saat lagu iwak
peyek dinyanyikan, dengan spontan, SPONTAN,
Si nenek naik
panggung, melepas jilbabnya, dan ketauan rambutnya masih hitam, lebat, kriting,
dan panjang.
Lalu, beraksi
ala trio macan.
Kepala
dijungkir, hingga rambut menjuntai-juntai.
Dan, kepala
diputar-putar.
Goyang asolole
dengan semangat hebohnya.
Saya terpana.
Saya habis
kata.
They looks happy in their age!
And they really enjoy their life.
Maka, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?
Saya ga tahu,
apa usia saya nanti bisa sepanjang mereka.
Yang jelas,
seandainya Tuhan ngasih saya umur lebih,
Semoga saya
bisa tetep aktif, energik, ceria, heboh, dan bersemangat seperti simbah-simbah
tadi.
Amin.
Surabaya, 10
Juni 2012.
21.55
Besok-besok kasih foto kayaknya asik deh
BalasHapusiyup.
BalasHapus