Mengejar Senja ..(8)
Maka, langitpun
berujar..
Hei Tuan muda,,
Hei Tuan muda,,
Bentangan tanganku
menggapai seluruh penjuru.
Semburat jingga
serupa hadir di matanya.
Walau tak semeriah
yang kusuguhkan untukmu.
Disana, biru undur
diri. Ungu malu-malu.
Hei Tuan muda,,
Hei Tuan muda,,
Kerling matanya
tadi mengikuti jejak-jejakku.
Beriringan dengan
geram deram roda-roda,
Yang kini
bermetamorfosa menjadi kata-kata.
Hei Tuan muda,,
Hei Tuan muda,,
Mungkinkah ada
bagimu dan baginya,
kali lain,
Saat kalian
menjumpaiku bersama-sama?
-langitsenja-
Surabaya, 15 juni
12
Komentar
Posting Komentar