Time to Read
Saya suka baca.
Ya. Dari sekian banyak kegiatan yang bisa
dilabeli menyenangkan,
membaca adalah
kegiatan yang label menyenangkannya bintang 4.
Dari kapan saya suka
baca?
Hhmm.. Mikir.
Dari kecil.
Dengan bacaan yang
tentunya mengikuti perkembangan dan gejolak usia. Hehe..
Bacaan saya, dari
ranah perkomikan antara lain:
--> Mulai dari
Doraemon serial dan Doraemon petualangan yang dipinjem di tetangga cowo depan
rumah saya.
--> Ninja Hatori.
Saya dulu beli komik ninja Hatori lebih karena komik ini tebal, dan harganya
murah.
--> Conan, yang
dibaca curi-curi di kelas waktu pelajaran
--> Serial
Cantik, yang saya ga pernah beli. Karena kalo dibaca berulang-ulang kadar
kesweetannya berkurang, hehe..
Lalu, rada naik
kelas ke buku cerita anak-anak dan majalah yang lebih banyak huruf daripada
gambarnya:
--> Cerita
anak-anak Enid Bylton,
--> My favourite:
Serial detektif STOP -Steve-Tomas-Oscar-Petra-
*aaakkk, rindunya! Susah sekali
cari buku mereka sekarang.*

--> Lima Sekawan
--> Majalan AMI,
majalah Bobo, lalu tabloid Hopla.
Zaman SMP, saatnya
baca novel cinta-cintaan, hahaha,,
--> Teenlit yang
saya sekarang udah lupa semua judulnya.
--> Novel Marga T
dan Mira W. Dan gak tahu kenapa, saya ga pernah tertarik baca novel Maria A.
Sardjono.
--> Sajaknya
Chairil Anwar *bener-bener AADC efek.
Zaman SMA dan
kuliah, zamannya semakin ga jelas kategori bacaannya.
Kenalan dengan
Andrea Hirata. Kenalan sama Karl May.
Mulai tergerak baca
Pramoedya.
Baca Weber. Baca
jurnal. *murni karena tuntutan pelajaran.T.T
Tapi, masih ga bisa
ninggalin Conan dan Harry Potter.
Bacaan yang semakin
absurd.
Dan, semakin
berkurang intensitasnya.
*Hiks. Prihatin.
*Dalih saya untuk
penurunan kualitas dan kuantitas baca ini adalah zaman SMA dan kuliah itu, saya
lumayan sibuk dan lagi asyik-asyiknya berkawan dengan manusia-manusia nyata,
dan cerita-cerita nyata mereka.
Nah! Semuanya sudah
masa lampau.
Sekarang, kembali ke
masa kini.
Sejak kerja, saya
merasa, candu baca saja mulai dikuatkan lagi.
Saya, balik seperti
masa SD-SMP. Saya butuh buku buat menemani hari-hari sepi ini. *apasehka T.T
Ya! Saat sendirian
dan ga ada teman, maka bacaan jadi teman membunuh waktu yang bisa diandalkan.
Bedanya dengan zaman
SD-SMP dlu yang merupakan zaman krisis moneter,
Sekarang, saya bisa
sedikit gaya, dalam belanja buku.
Saya gak harus milih
komik ninja hatori karena harganya 6000 perak, dibanding Doraemon yang harganya
7500 perak.
Kalau disuruh ngasih
alasan kenapa saya kerja dengan disukacitain adalah, karena buku juga.
Kemerdekaan
finansial buat beli buku yang saya mau.
Sayang dan mirisnya
adalah,
Beda dengan zaman
dulu kala, dimana saya mau dan mampu bersedia baca buku kategori apa saja.
Sekarang ini, saya
ngerasa, saya pemilih banget.
Saya milih bacaan
yang 'ringan' duank.
Catatan perjalanan.
Buku jalan-jalan. Komik Miiko. Majalah Cinta Cinta.
Kadang, buku
Marketing. Rada sering, biografi dan buku motivasi.
Dalam ranah buku
yang berkisah, saya milih chicklit. Poplit. Paling banter, bukunya Dewi
Lestari.
Kalo disodorin novel
atau cerita yang menguras otak, hati, dan emosi, saya milih angkat tangan.
Gak kuat. Gak
sanggup.
Bukannya
kenapa-kenapa, tapi saya mikirnya gini,
"Hello, my life is complicated, i don't
need a book that make me feel more complicated."
*miriiiiissss banget
gak se? T.T*
Detik ini saya
prihatin untuk diri saya sendiri.
Jadi, kalo sore ini,
saya tiba-tiba tergerak buat beli buku yang rada 'berat' secara emosional,
*kayanya*
Saya percaya ini
adalah faktor jodoh.
Jodoh banget kalo
ada teman yang 2 hari ini cerita buku ini dengan menggebu-gebu.
Lalu, tanpa sengaja,
saya ketemu dengan buku ini di Toko Buku yang sangat tidak reliable
kelengkapannya.
*Bukan Toga Mas.
Bukan Gramedia.*
Dan, cling, saya
tau-tau tersedot dengan kutipan kata-kata di sampul belakangnya.
"Apalah artinya samudra yang luas dan dalam,
bila cinta ingin mengarungi dan terjun di dalamnya, Kawanku?"
"Samudera itu akan menjadi telaga, dan cinta
akan menjadi sepasang golek kencana di permukaan airnya. Hilanglah kedalaman
lautan, musnahlah luas samudra, dan mandilah sepasang golek kencana,
bersiram-siraman dengan air telaga."
Nah! It's time to
read.

Selamat membaca.
Anak Bajang
Menggiring Angin.
Karya Sindhunata.
Surabaya, 13 Juni
2012
20.13
Komentar
Posting Komentar