Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Multiple Pillars

Saya jadi mikir, bahwa yang namanya hidup itu semestinya emang didukung sebanyak mungkin pilar. Makin banyak pilar, it will be better. It will make u stronger. Kehidupan kerja yang kamu kerjakan dengan penuh passion. Kehidupan pertemanan yang kamu hidupi dengan hore. Kehidupan keluarga yang hangat dan dekat. Kehidupan asmara yang tidak mudah menyerah. Kehidupan pribadi (me time: hobby) yang kamu nikmati. Kehidupan sosial yang membuatmu berarti bagi orang lain, dan kamu sendiri pun merasa berarti. Kehidupan spiritual yang jujur dan menguatkan. Kehidupan finansial yang mencukupkan. Tujuannya apa? Supaya jika terjadi apa-apa dengan pilar kehidupanmu yang satu, setidaknya masih sekian pilar yang cukup kuat untuk membuatmu tetap berdiri tegak. Gak oleng. Saya, oleng sekarang. Sby, 16 03 13

Cry

Cry! Cry! Cry! If it makes u feel better. Sby, 17 maret 2013

Nona Muda: Hujan

"Ya. Langit. Hujanlah yang deras. Dengan begitu, debu luruh dan bumi dibasuh." Sby, 10 Maret 2013

Repost: Warna-warni Kacamata Kacahati

Warna-Warni Kacamata-Kacahati Warna-Warni Kacamata-Kacahati Dalam dua bulan terakhir, begitu banyak eksperimen dan fenomena sosial yang saya jalani, baik sengaja maupun tidak sengaja. Begitu banyak pula pelajaran dan perenungan berharga yang saya peroleh dari rangkaian pengalaman ini. Saat saya menuliskan artikel “Catatan Tentang Perpisahan”, respons yang saya terima sungguh di luar dugaan. Sejauh ini, itulah artikel yang memecahkan rekor komentar terbanyak di blog ini. Hampir semua artikel di blog ini berbasiskan pengalaman saya pribadi, tapi “Catatan Tentang Perpisahan” sepertinya begitu mengusik ‘dawai’ banyak orang. Entah karena kisahnya yang aktual, faktual, dan mengandung unsur sensasi, but it seems we all have our own saying when it comes to love, relationship, and God. Tiga topik itulah yang menjadi benang merah hampir semua komentar yang terlontar. Dalam boks putih itu, kita mengadu persepsi dan pengalaman kita atas ketiganya. Saya akan berbagi deng...

Mind: Luka

Masalah yang ada, jika dibiarkan saja. Dilagakkan seolah tidak ada apa-apa. Diperlakukan seperti semua baik-baik saja. Itu seperti luka. Gak sehat. Memang ada kemungkinan, bisa   kering dan sembuh dengan sendirinya. Tapi, bisa juga timbul nanah. Yang lama-lama jika dibiarkan begitu saja, akan menyebabkan luka lebih parah. Infeksi. Dan kalau kamu punya sakit gula, bisa jadi amputasi. Luka di tubuh saya ada beberapa. Sebagian besarnya kenang-kenangan atas kecerobohan dan moment-moment jatuh saya. Ya. Saya sering jatuh walaupun saya benci jatuh. Saya gak suka kalau ada bagian tubuh saya yang tergores.   Saya gak suka terluka. Dan, saya rasa, saya percaya gak ada orang wajar yang senang dengan hal itu juga. Tapi, saya tahu, meskipun sudah hati-hati, saya kadang juga harus terluka. Kesandung,   lalu lutut cium aspal. Kesrimpet, lalu lengan kena goresan. Kadang, atau seringnya, luka-luka akibat perkara sepele dan ketidakhati-hatian. Saya tidak ...

Nona Muda: Bumi (1)

Hei nona, tidak kah kamu belajar kepada: Bumi. Yang setia siaga menerima. Biru atau jingga pijar langitnya. Putih atau ungu junjungannya. Surabaya, 7 Maret 2013

Lelaki, Jika Saatnya Kamu Lelah

Lelaki, jika saatnya kamu lelah , Rebahlah dan istirah. Bahu perempuan ini bukan bidang kokoh kekuatan. Tapi, semoga disana, kamu percaya selalu ada ceruk berbagi kegundahan. Dada perempuan ini bukan lebar jalan keluar. Tapi, semoga disana kamu masih menemukan tempat untuk selalu pulang. Tangan perempuan ini gagu, gugup tidak tahu. Apa yang harus ia lakukan dari jauh. Tapi, semoga kamu tahu, Saat tangan tengadah, Dalam doanya namamu selalu ada. Semoga kamu dimudahkan. Semoga kamu beroleh kekuatan. Menjadi bijak dalam berpikir dan berbuat. Dan, langkah-langkahmu berkah bagi segala. Lelaki, Jika saatnya kamu lelah, Rebahlah dan istirah. Surabaya, 8 Maret 2013