Lelah
Percayalah..
Percayalah..
Malam
ini saya lelah.
Saya
capek. Saya letih.
Saya
lelah. Badan ini babak belur.
Kalau
kamu tidak tahu, biar saya beri tahu,
Nyeri
hari pertama itu menguras tenaga.
Saya
letih. Hari ini mental saya diuji.
Satu
kata 'berhenti' membawa setidaknya 12 orang tidak bekerja mulai esok pagi.
Saya
capek. I'm tired romantically.
Kalau
kamu tidak tahu, biar saya beri tahu,
oksitosin
itu juga butuh dinutrisi.
Malam
ini, sebelum otak saya pun menuntut rebah.
Biar
ia dipaksa, bekerja lagi sebentar saja.
Ada
yang mengganggu benak saya,
Setelah
segala kelelahan rabu sempurna ini,
Sesampainya
di kamar kos dengan setengah nyawa,
Mimpi
saya sederhana saja,
Berbersih
diri lalu istirah.
Itu
saya. Dan, saya punya hak veto untuk melakukannya.
Lalu,
tanpa saya mau,
selintas
pikiran datang mengganggu,
Saya
teringat rekan-rekan kerja,
Mereka
sama perempuannya,
Kurang
lebih, mereka sama letih fisiknya, sama beban mentalnya.
Namun,
sampai di rumah, beda dengan saya, yang hidup bersama diri sendiri.
Di
rumahnya, mereka bukan lagi pekerja.
Mereka
ibu. Mereka istri.
Ada
tanggung jawab mengurus anak.
Ada
panggilan melayani suami.
Dan
saya tak terbayang, apa masih ada kata yang lebih dari letih untuk
menggambarkan hari mereka ini?
Atau
saya salah, barangkali mereka justru bahagia,
Ketika
pulang, mereka kembali dikuatkan.
Capek
mereka hari itu. Lelah mereka seharian.
Beralasan.
Aaah..
Sudah-sudah.
Belum
porsi saya memikirkannya.
Surabaya,
6/6/12
21.54
Komentar
Posting Komentar