CLaP
Siang tadi, seperti biasa saya bekerja.
Menunggu
dokter di rumah sakit.
Biasanya,
saya lebih menikmati sibuk dengan BB ketimbang ngobrol dengan orang lain.
Umm..
Owke, menyedihkan, but it juz happen naturally.
Dont
judge me bcoz of my gadget. Okay?!
Tapi,
tadi, tumben-tumbennya, saya lebih milih buat bengong.
Yah,
bukan kegiatan yang lebih bermartabat dibanding sibuk dg BB sih,
tapi
bengong adalah salah satu variasi yang saya pilih hari ini.
Dan,
pilihan saya untuk bengong itu tidak salah.
Bengong
saya menghasilkan cerita.
Seorang
ibu tiba-tiba saja menegur saya.
Diawali
dengan kalimat yang rada bikin saya takjub, "Adek, dokter muda?"
Apakah
dokter muda identik dengan bengong? Ugh!
Oke,
bukan itu poinnya.
Endingnya
adalah si Ibu pun bercerita,
"Ibu kesini mau kontrol sakit typus, dek. Memang
ya, rindu itu ga ada obatnya. Ibu kangen anak yang cewe, kangen banget. Sampe
kepikiran. Sampe ujung-ujungnya sakit."
"Anak ibu kerja di Bontang. Sudah 8 bulan ini
gak ketemu. Kepikiran dek.. Rasanya kalo malam itu, di sini ini ga enak
banget." katanya, sambil memegang dada.
"Suami ibu kerjanya juga jauh.. Tapi, kangennya
beda Dek. Kalau kamu nanti kamu sudah nikah, kamu tahu bedanya. Sama suami,
masih bisa nahan. Tapi, anak Dek, rindu sekali."
"Setiap bulan, anak ibu sudah bisa rutin kirimin
uang. Orang tua mana yang gak senang, anaknya sudah bisa mapan, cari makan
sendiri. Tapi, Dek, uang juga bukan segalanya. Uang penting. Tapi, Ibu, setiap
dapat kiriman, rasanya nelangsa. Ibu jauh dari dia, gak bisa urusin dia. Ibu rindu..."
Clap.
Saya cuma bisa iya-iya saja mendengar cerita Ibu tadi.
Saya
bahkan ga tau namanya.
Saya
ga tahu anaknya seperti apa.
Saya
ga tahu, selain memasang kuping dan menyediakan hati saya benar-benar untuk
mendengarkan,
Apa
ada lain yang bisa saya lakukan?
Hhmmph.
Yang
saya tahu, pilihan kata rindu itu saja sudah tidak biasa.
Dan,
saat diucapkan seorang Ibu, bukannya kata itu jadi berlaksa maknanya?
Saya
cuma jadi ingat mama saya. Yang tiap Sabtu, masih setia bertanya, "Hari
ini pulang ga, Ka?"
Dan,
tiga minggu ini saya mantap bilang tidak.
Jarak
Surabaya-Malang yang melelahkan untuk ditempuh tiap Minggu jadi alasan di
minggu pertama.
(*dan
saya berasa durhaka banget sekarang. T.T)
Ada
event, Ma. Minggu ini aku ga bisa pulang. (Minggu ke dua.)
Besok
Minggu aku masih kerja, Ma. Minggu ini aku ga bisa pulang. (Minggu ke tiga)
Dan,
lalu terngiang-ngiang, "Tapi Dek, uang
juga bukan segalanya.."
Hhmmph.
Aku pulang, Ma.
Sabtu ini aku di rumah.
Surabaya, 12/06/12
Komentar
Posting Komentar