Bangkai di Kantor Pagi Ini
Pagi
ini kantor saya gonjang-ganjing.
Kantor
yang emang suasana paginya selalu ribut itu, semakin riweuh saja hari ini.
Apa
pasal?
Jreng..
Jreng.. *supaya sedikit ada efek dramatis*
Kantor
saya bau bangkai.
Jadi,
seketika begitu masuk kantor, bau itu menusuk. Menyengat.
Dan
hebohlah 1 kantor.
Beberapa
mengendus-ngendus, memeriksa kolong-kolong.
Sebanyak
mungkin berusaha menjauhi sumber bau. *yang entah dimana sebenarnya*
Lalu,
ada yang semprot-semprot pengharum ruangan, ke segala arah.
Suatu
tindakan menyemprot yang memancing reaksi protes dari arah lain,
"Pemborosan. Ga efektif. Percuma. Pewanginya habis, baunya tetep.
Blablabla..."
Ada
yang berekspresi mual. Muka ditekuk dan berhoek hoek. *dan saya nulis kata hoek
ini aja, rasanya ikut mual juga*
Ada
yang cuek dan bekerja seolah tak ada apa-apa. Soalnya tempat duduknya berpijak,
belum terendus bau bangkai.
Yah.
Begitulah.
Satu
masalah. Beragam reaksi.
Reaksi
yang berbeda-beda setiap orang.
Reaksi
berbeda yang kemudian ditanggapi berbeda.
Tanggapan
berbeda yang kemudian direaksikan berbeda pula. *bingung dg kalimat saya? Hehe.
Sama.*
Intinya,
pada akhirnya bau bangkai itu masih tetap ada, sampai saya tadi siang beranjak
meninggalkan kantor.
Lalu,
kenapa akhirnya saya merasa perlu untuk menulis peristiwa 'bangkai di kantor
hari ini' sebagai topik of the day?
Memang
apa urgensinya?
Hmm..
Kericuhan
di kantor gara-gara bau bangkai itu tadi, membuat saya kepikiran.
Pertama,
tentang respon. Sebuah masalah ketika dihadapkan pada sekelompok orang, maka
pasti memperoleh tanggapan beragam. Apa ada yang 100% salah terhadap tanggapan
itu? Atau, adakah yang 100% benar dalam merespon? Saya pikir, aksi-reaksi itu
adalah kembali ke tiap individu.
Reaksi
spontan. Reaksi ikut-ikutan. Reaksi yang 100% sadar.
Reaksi
mendekati masalah. Reaksi menghindar. Reaksi kabur. Reaksi cuek.
Entahlah.
Dalam
kasus 'bangkai di kantor hari ini' setiap orang bebas menyampaikan aspirasi dan
reaksinya. Ya, sampai kemudian masing-masing merasa lelah, jika Cuma disibukkan
dengan aksi-reaksi. Lalu, berusaha
sepenuh jiwa beraktivitas seolah tidak ada apa-apa.
Kedua,
tentang bangkai itu sendiri.
Yup!
Hello, apa kabar dengan sumber masalah?
Keriweuhan
di kantor tadi, bikin merenung.
Dalam
menyelesaikan masalah, kita seringnya malah fokus pada cara apa yang dipakai,
untuk mengatasi efek dari masalah yang ada.
Namun,
bagaimana dengan sumbernya?
Dalam
kasus ini, alih-alih bersungguh-sungguh, mencari asal masalah.
Kami,
malah sibuk bereaksi terhadap efek yang ditimbulkan si bangkai.
Semprot
pengharum. Cari minyak angin.
Nah.
Ibaratnya, orang nendang bola, jadinya sibuk muter-muter lapangan, tapi gak
nendang-nendang ke gawang.
Apakah
kemudian masalah selesai? Hhhmm.. =.="
Maka,
ending tulisan ini, adalah berbagai pertanyaan besar-besar. Menggantung di
kepala.
Menuntut
dibedah. Dimana akarnya.
Surabaya,
19/06/12
Komentar
Posting Komentar