Everybody is Changing
Tanggal
30 Juni 2012, saya pulang ke Malang.
Hmm..
Biasanya saya pulang Malang sebulan sekali aja, karena saya rada malas dengan
perjalanan Surabaya-Malang yang lumayan nyiksa, dan karena yaaah.. Saya mulai
menikmati Minggu di Surabaya.
Tapi,
minggu ini saya udah bertekad untuk pulang ke Malang. Kepulangan kali ini
dengan membwa misi. Yap! Misi saya adalah datang ke kondangan kakak teman saya
SMA. Saya dulu cukup dekat dengan keluarganya juga. Pernah menginap beberapa
hari di rumahnya. Sering merepoti dan sebagainya, haha.. Begitulah.
Makanya,
saya merasa, sangat tersanjung sebenarnya, di hari bahagia kakaknya. Mereka
masih ingat sama saya.
Selain
itu, saya juga pengen dong ketemu sama temen SMA saya. Apalagi, teman saya juga
mengundang beberapa teman dekat yang lainnya. Istilahnya yah.. Teman 1 gank
zaman seragam putih abu-abu dulu.
Singkatnya,
saya pergilah ke kondangan itu.
Sebuah
pesta pernikahan yang manis. Bukan mewah, tapi terasa sangat akrab. Sepertinya
hanya keluarga dan kerabat dekat yang diundang. Jadi, suasananya hangat sekali.
Tamu bisa dan gak sungkan-sungkan untuk naik panggung, kemudian menyumbang lagu
untuk mempelai. Sederhana tapi sweet. Manis.
Apa
kabar teman-teman saya?
Haha..
Dengan teman yang punya hajatan ini, saya ketemu, lalu berpelukan. Lama.
Kangen.
Sempat
ngobrol beberapa patah kata. Sempat dikenalkan sama pacarnya sekarang. Sempat
berfoto bersama.
Tapi,
saya paham, dia ketua penyelenggara kondangan itu. "Merangkap bendahara,
merangkap sie ramah tamah, merangkap tukang marah-marah, merangkap semuanya,
Ekooo." katanya, cerewet nyerocos.
Ya.
Ya. Saya paham. Gaya ngomongnya masih bersemangat dan gak jelas seperti dulu.
Ya.
Saya masih mengenalnya. Dia masih teman saya.
Jeda
lumayan lama, teman-teman yang lainnya baru datang.
Ya.
Berpelukan lama. Saling menanyakan kabar. Berfoto bersama, dengan pose anggun
maupun pose menggila.
Keliling
mencari-cari makanan enak, yang bisa disantap.
Cerita kabar terupdate sekarang.
Lalu,
hening. Yah, bukan hening seh, karena ini kan pesta ya.
Tentu,
ada banyak keributan-keributan musik dan segalanya.
Hmmm..
Apa ya istilahnya?
Suatu
kecanggungan yang aneh.
Seperti
melakukan perjalanan dengan mesin waktu Doraemon.
Kamu
pergi ke masa SMA mu. Lalu perjalanan waktu selama 5 tahun yang kalian lewati
masing-masing. Lalu bertemu kemarin.
Saya
sangat bahagia bisa bertemu mereka semua kemarin.
Saya
sangat senang bisa berhahahihihi mengingat kejadian-kejadian kucluk nan konyol
saat SMA dulu.
Saya
masih merasa nyaman berada di tengah mereka, bahkan saat hening dan kehilangan
pembicaraan untuk sesaat.
Dan,
waktu memeluk mereka kemarin, saya melakukannya benar-benar dengan kesadaran
penuh.
I
miss them so much.
I
do.
....
Saya
senang ketemu mereka.
Dan,
saya tahu, saya akan selalu senang jika diberi kesempatan untuk ketemu lagi
dengan mereka lain kali.
Tapi,
yaaahhh...
Pertemuan
kemarin juga menyadarkan saya sesuatu.
Everything
is changing.
Saya
dan mereka, jelas bukan orang yang 'sama', dengan kami 5 tahun yang lalu.
Bahwa
saya dan mereka, sekarang memiliki hidup kami masing-masing. Itu benar.
Bahwa
saya dan mereka, semakin jarang bersinggungan, berbagi, dan menciptakan
kenangan bersama. Itu juga benar.
Bahwa
saya dan mereka, kemungkinan besar telah
bertemu teman-teman baru yang lebih sesuai dengan kelanjutan fase hidup yang
kami jalani. Ini pasti benar.
Everybody
is changing, right?
Time
flies. Tentu.
Tapi,
yaaaahhh.. Ada bagian dari diri kami yang akan selalu saling merindukan.
Saya
rasa itupun benar.
Mereka
akan tetap jadi teman saya.
Kawan
yang dengan semangat melempar telur saat
ulang tahun sweet seventeen saya.
Kawan
yang ikut lari-larian mencari batik saya yang raib, dan saya nangis karena
paniknya.
Kawan
yang berbagi makaroni dan permen dan tahu goreng untuk dinikmati di kelas.
Sembunyi-sembunyi.
Kawan
yang ngebelain saya, waktu ada adik kelas yang memandang sinis tanpa alasan
jelas.
*ooo,
alasannya jelas. Dan alasannya jelas, bodoh.*
Kawan
yang saya tangisi malam-malam di hari terakhir SMA saya.
Karena
saya, sudah tahu dari 5 tahun lalu, saya pasti akan rindu mereka.
Malang,
30 Juni 2012
Komentar
Posting Komentar