Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Everybody is Changing

Tanggal 30 Juni 2012, saya pulang ke Malang. Hmm.. Biasanya saya pulang Malang sebulan sekali aja, karena saya rada malas dengan perjalanan Surabaya-Malang yang lumayan nyiksa, dan karena yaaah.. Saya mulai menikmati Minggu di Surabaya. Tapi, minggu ini saya udah bertekad untuk pulang ke Malang. Kepulangan kali ini dengan membwa misi. Yap! Misi saya adalah datang ke kondangan kakak teman saya SMA. Saya dulu cukup dekat dengan keluarganya juga. Pernah menginap beberapa hari di rumahnya. Sering merepoti dan sebagainya, haha.. Begitulah. Makanya, saya merasa, sangat tersanjung sebenarnya, di hari bahagia kakaknya. Mereka masih ingat sama saya. Selain itu, saya juga pengen dong ketemu sama temen SMA saya. Apalagi, teman saya juga mengundang beberapa teman dekat yang lainnya. Istilahnya yah.. Teman 1 gank zaman seragam putih abu-abu dulu. Singkatnya, saya pergilah ke kondangan itu. Sebuah pesta pernikahan yang manis. Bukan mewah, tapi terasa sangat akrab. Sepert...

complicated

What Are You Searching For? Surabaya, 27 Juni 2012 nb. Hari ini, saya menerima gaji ke 12, artinya sudah setahun saya bekerja. Malam ini, saya mendengar cerita yang hhmmph, mengejutkan dan menyesakkan. Dan, komentar teman saya yang satu itu,  -tentang apa saja- memang selalu sukses membuat saya mikir. Jadi, malam ini complicated . Hanya bisa nulis sepenggal kalimat tanya di atas.

Nikah

Gambar
Eaaa.. Ini yang baca judulnya pasti mesem dikit. Haha.. Soalnya saya mesem dikit, waktu ngetik judul itu. =) What a powerful word, right? 1 kata yang mengubah hidup seseorang. Hmm.. Yeah, I think. Kan, konon ceritanya seh begitu ya. Dan, saya kok percaya, hal itu benar adanya. Malam ini saya dapat wangsit buat nulis tentang 'nikah' karena.. --> 2 orang gadis di kantor saya lagi galau tentang nikah. Yang satu, rencana nikah September, dan ribetnya ia. Yang satu, bingung, menerima tawaran menikah dari kekasihnya atau tidak. --> 2 minggu ini saya dapat undangan nikah. Dan undangan nikah lagi berserak di berbagai tempat yang saya temui.. --> Admin kantor tau-tau nyeletuk, "Kalo nikah itu ya Ka, jangan sama yang seumuran.. Lebih tua atau lebih muda sekalian.. Kalo lebih tua, ngemong. Kalo lebih muda, biasanya lebih sayang.." --> Kemarin saya lihat gaun pengantin Vera Wang yang cantik di facebook teman KKN. --> K...

I Care Myself More

Hari ini saya tepar. Nggliyeng. Tepar. Tangan dan badan saya panas. Dan, yang paling gak enak adalah nyeri di ulu hati. Sebah. Mual. Gak nyaman banget pokoknya. Maka, saya pun nyerah. Jam setengah 3 tadi, saya paksa berhenti kerjanya. Well. Mungkin akan ada yang mikir, bahwa saya manja sama badan saya. Sakit gitu aja kok pulang. Emang parah banget ya? Hmm.. Well. Saya ga peduli seandainya ada yang mikir kaya gitu. Dalam pikiran saya, siang tadi, waktu nggliyeng dan nyerinya kerasa banget2, saya takut aja kalo saya kenapa-kenapa. Dengan jobdesk kerja ngukur jalan, dan kudu berhadapan dg macetnya surabaya sumpah bikin putus asa, serta matahari yang ga punya rasa malu sama sekali,   saya khawatir sama diri saya sendiri. Hmm.. Maka, saya nyerah. Saya pulang. Minum obat. Tidur. ... Bangun tidur tadi, badan saya masih kerasa panas. Walaupun nyeri di ulu hati saya, udah banyak berkurang. Yah.. Lalu, sambil geletakan di kasur...

#Days 87 : vanila twilight - owl city

The stars lean down to kiss you And I lie awake and miss you Pour me a heavy dose of atmosphere Cause I'll doze off safe and soundly But I'll miss your arms around me I'd send a postcard to you, dear Cause I wish you were here I'll watch the night turn light blue But it's not the same without you Because it takes two to whisper quietly The silence isn't so bad Till I look at my hands and feel sad Cause the spaces between my fingers Are right where yours fit perfectly I'll find repose in new ways Though I haven't slept in two days Cause cold nostalgia chills me to the bone But drenched in vanilla twilight I'll sit on the front porch all night Waist deep in thought because when I think of you I don't feel so alone I don't feel so alone I don't feel so alone As many times as I blink I'll think of you tonight (Tonight, tonight, tonight...) I...

Addicted in Pain

Kalau ada yang selalu bikin takjub selama di jalanan Surabaya ini, Itu adalah ketanggapan, ketangkasan, dan kenekadan pengguna motornya. Aje gile! Gak ada tuh, saya pernah lihat lampu merah yang motornya berderet rapi, ngantri, di belakang marka putih. Selalu menjadi yang terdepan. Maju! Maju! Sampai di batas yang paling edan. Aje gile yang lainnya lagi, Sering banget. Ringg bangeet. Saya ketemu pengendara-pengendara motor yang nekad nyelonong aja, ketika jalan dari arah berlawanan cukup sepi. Padahal, jelas-jelas lampunya masih merah. Kalau kejadian-kejadian seperti itu, terjadi di depan mata saya, Saya cuma mikir aja. Mikir takjub.   "Itu orang-orang gak sayang nyawanya apa ya?" Kenapa dengan rela hati, menyodorkan diri menerobos lampu merah? Kenapa dengan suka cita, dan kesadaran penuh mengambil posisi lewat dari marka putih lampu lalu lintas? ... Dan, di tengah asyiknya nulis tentang cerita jalanan Surabaya ...

Kakiku dan Soulmatenya

Gambar
Ya. Saya pemuja sepatu. Saya paham ada quote judulnya 'right to shoes'. Tiap orang berhak bersepatu. Dan memilih sepatunya. Sepatu paling nyaman. Sepatu yang paling ia. Dan, saya juga tahu. Ditilik dari sisi economicalhistory *halah*, sepatu bisa berarti kemewahan. Banyak orang yang masih belum beruntung mengecap rasanya bersepatu. Maka sebab itu, penggunaan sepatu juga kudu disertai tanggung jawab. Melangkah yang lurus. Bahwa sepatu itu bagi saya, ga cuma sekadar alas kaki, tapi banyak filosofinya. Saya paham. Filosofi hidup. "We need a good and special shoes, to make the walk little more fun." Filosofi dalam relasi. "Before you insult a man, walk a mile in his shoes." Filosofi cinta. "Kejarlah cinta, seperti mengejar sepatu impian." \ *oh yes. I do.* \ Filosofi jodoh. "Cari jodoh seperti cari sepatu. Ini adalah segala tentang cocok-cocokan. Sometimes, ketemu sepatu model bagus, tapi gak nyaman. Ket...

Bangkai di Kantor Pagi Ini

Pagi ini kantor saya gonjang-ganjing. Kantor yang emang suasana paginya selalu ribut itu, semakin riweuh saja hari ini. Apa pasal? Jreng.. Jreng.. *supaya sedikit ada efek dramatis* Kantor saya bau bangkai. Jadi, seketika begitu masuk kantor, bau itu menusuk. Menyengat. Dan hebohlah 1 kantor. Beberapa mengendus-ngendus, memeriksa kolong-kolong. Sebanyak mungkin berusaha menjauhi sumber bau. *yang entah dimana sebenarnya* Lalu, ada yang semprot-semprot pengharum ruangan, ke segala arah. Suatu tindakan menyemprot yang memancing reaksi protes dari arah lain, "Pemborosan. Ga efektif. Percuma. Pewanginya habis, baunya tetep. Blablabla..." Ada yang berekspresi mual. Muka ditekuk dan berhoek hoek. *dan saya nulis kata hoek ini aja, rasanya ikut mual juga* Ada yang cuek dan bekerja seolah tak ada apa-apa. Soalnya tempat duduknya berpijak, belum terendus bau bangkai. Yah. Begitulah. Satu masalah. Beragam reaksi. Reaksi yang be...

Mengejar Senja ..(8)

Gambar
Maka, langitpun berujar.. Hei Tuan muda,, Hei Tuan muda,, Bentangan tanganku menggapai seluruh penjuru. Semburat jingga serupa hadir di matanya. Walau tak semeriah yang kusuguhkan untukmu. Disana, biru undur diri. Ungu malu-malu. Hei Tuan muda,, Hei Tuan muda,, Kerling matanya tadi mengikuti jejak-jejakku. Beriringan dengan geram deram roda-roda, Yang kini bermetamorfosa menjadi kata-kata. Hei Tuan muda,, Hei Tuan muda,, Mungkinkah ada bagimu dan baginya, kali lain, Saat kalian menjumpaiku bersama-sama? -langitsenja- Surabaya, 15 juni 12

Kamu

Memikirkanmu.. Membuat geram deram roda-roda, Bermetamorfosa menjadi kata-kata. Siapa kamu? Dan, demi apa, jalanan ini harus kulalui dengan kepala penuh? ... Kamu adalah buku. Yang tak habis kubacai kisahnya setiap hari. Pahit. Legit. Berulang. Berganti. Kamu adalah lantunan lagu. Yang seringnya menyenandungkan nada-nadamu sendiri. Mengalun. Menghentak. Di luar kendali. Kamu adalah larik puisi. Bait demi bait, yang dengan lelah dan gairah kutelusuri. Kamu adalah hujan bulan Juni. Yang irama ritmisnya enggan kubagi. Tidak pada pagi. Tidak pada sore hari. Kamu; Inspirasi. Surabaya, 15 Juni 2012 *setelahsedikitmanipulasi* 21.07

Fashion On Passion**

Biasanya saya membuat judul tulisan itu saat tulisan sudah selesai. Tapi, kali ini tidak. Hehehe.. Apakah saya hendak berceloteh ttg fashion? Nope. Apakah saya akan mengoceh ttg passion? It's a big No. Jadi, lalu, maka, kenapa judulnya Fashion On Passion? Hehe.. Nanti akan saya usahain untuk jadi nyambung. Tapi malam ini saya mau ngobrol tentang sepatu. Kok?? Hehe.. Memang di malam yang absurd ini, saya sedang jadi penulis aliran abstrak. Yang baca, tidak boleh protes. Hehehe.. Menggeje. Fashion Saya ini gak ngeh dengan fashion. Baju yang saya pake style fashionnya bisa dirumusin dalam 1 kata: Nyaman. Dirumusin dalam 3 kata: Bikin ngerasa cantik. Titik. Jadi, kalo sekarang lagi musim baju warna-warni ala korea-koreaan, dengan bahan yang sejenis2 kain tissu,, Bukannya saya ga tertarik dan ga pengen bergaya dengan baju imut imut lucu itu, Tapi yah.. Saya ga nyaman aja. Maka, tetaplah, dandan favorit saya paling bante...

Time to Read

Gambar
Saya suka baca. Ya.   Dari sekian banyak kegiatan yang bisa dilabeli menyenangkan, membaca adalah kegiatan yang label menyenangkannya bintang 4. Dari kapan saya suka baca? Hhmm.. Mikir. Dari kecil. Dengan bacaan yang tentunya mengikuti perkembangan dan gejolak usia. Hehe.. Bacaan saya, dari ranah perkomikan antara lain: --> Mulai dari Doraemon serial dan Doraemon petualangan yang dipinjem di tetangga cowo depan rumah saya. --> Ninja Hatori. Saya dulu beli komik ninja Hatori lebih karena komik ini tebal, dan harganya murah. --> Conan, yang dibaca curi-curi di kelas waktu pelajaran --> Serial Cantik, yang saya ga pernah beli. Karena kalo dibaca berulang-ulang kadar kesweetannya berkurang, hehe.. Lalu, rada naik kelas ke buku cerita anak-anak dan majalah yang lebih banyak huruf daripada gambarnya: --> Cerita anak-anak Enid Bylton, --> My favourite: Serial detektif STOP -Steve-Tomas-Oscar-Petra-  *aaakkk, rin...

CLaP

Siang   tadi, seperti biasa saya bekerja. Menunggu dokter di rumah sakit. Biasanya, saya lebih menikmati sibuk dengan BB ketimbang ngobrol dengan orang lain. Umm.. Owke, menyedihkan, but it juz happen naturally. Dont judge me bcoz of my gadget. Okay?! Tapi, tadi, tumben-tumbennya, saya lebih milih buat bengong. Yah, bukan kegiatan yang lebih bermartabat dibanding sibuk dg BB sih, tapi bengong adalah salah satu variasi yang saya pilih hari ini. Dan, pilihan saya untuk bengong itu tidak salah. Bengong saya menghasilkan cerita. Seorang ibu tiba-tiba saja menegur saya. Diawali dengan kalimat yang rada bikin saya takjub, "Adek, dokter muda?" Apakah dokter muda identik dengan bengong? Ugh! Oke, bukan itu poinnya. Endingnya adalah si Ibu pun bercerita, "Ibu kesini mau kontrol sakit typus, dek. Memang ya, rindu itu ga ada obatnya. Ibu kangen anak yang cewe, kangen banget. Sampe kepikiran. Sampe ujung-ujungnya sakit....