Selamat Ulang Tahun!
Pertama-tama, sebelum
mulai penulisan dan pembacaan di hari kedua project ini,
izinkan saya,
menghaturkan:
"Selamat
menempuh malam minggu bagi yang merayakannya! Semoga menjadi malam minggu yang
menyenangkan, berkesan, dan tentu saja penuh cinta! Yeay!"
Tulisan ini, saya
dedikasikan pada teman kencan malam minggu ini,
yang kebetulan juga
sedang merayakan ulang tahunnya.
Kesan pertama saya
padanya tidak begitu baik.
Saya harus berkata
jujur kan.
Pertemuan-pertemuan
kami dulu selalu membawa ketidaknyamanan
untuk saya.
Ia panas, sumpek,
gerah, kotor, apalagi airnya, ugh! Lengket dan tidak segar.
Saya mati-matian ogah
sekolah di sini.
Dan memilih kabur ke
Jogjakarta (yang kucinta), hahaha..
Namun, apa daya, jika
takdir (cielah bahasanya), menghantar saya kemari,
dan memaksa saya
untuk malah sekolah hidup dimari.
Walaupun, saya
percaya rezeki saya ada dimana-mana (amin),
tapi setaun
belakangan ini, rezeki itu dibukakan lewatnya.
Setaun berusaha
mengakrabinya, yah.. Mau tidak mau, suka tidak suka kan ya?
Saya pelan-pelan kudu
mengakui bahwa dia ternyata juga gak parah-parah banget.
Oke. Karakternya
emang udah dari sononya, panas dan gerah.
Maka masa' saya masih
kudu memaksanya berubah menjadi adem dan sejuk. Tidak mungkin bukan.
Dan lagi, bukannya
pertemanan itu kudu dimulai dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan
teman tersebut, setulus hati?
Oke. Jalanannya padat
semrawut menyesakkan.
Mau bagaimana, dia
memang kota terbesar kedua di republik ini?
Berapa ribu orang
lalu lalang cari makan disini?
Berapa ribu kendaraan
hilir mudik mengantar berbagai kebutuhan, bukan cuma untuk dia, tapi juga buat
kota-kota lainnya?
Saya rasa sebenarnya,
ia pun ingin bernapas.
Dan ya, usahanya
untuk bernapas itu cukup menyentuh saya.
Saya tidak menutup
mata, pada usahanya untuk menyamankan orang-orang.
Pohon rindang, dan
taman cantik dimana-mana bukan hal mudah.
Pengaturan jalur lalu
lintas, lewat rute satu arah maupun jalan bebas hambatan, sudah dikerjakan.
Bagaimanapun, itu usaha hebat, dan saya mengapresiasinya. *angkat topi.
Oke. Airnya kuning
kadang-kadang.
Tapi, saya bersyukur
setidaknya saya tidak pernah sampai kekurangan dan kekeringan.
Dan lagi, terlepas
dari sisi-sisi menyebalkan dirinya,
Saya toh pelan-pelan,
seiring waktu, menemukan pesona teman saya ini.
Walaupun tidak
banyak, namun ternyata toh ada.
Senja cantik di tol
perak.
Pohon yang teduh dan
syahdu di sepanjang jalan darmo.
Tempat-tempat ngopi
yang spotnya enak.
Dan tentu saja,
malam-malamnya yang selalu bercahaya. =)
Tentu saja, saya
ingat kalo ada yang bilang,
bahwa pertemanan itu
juga perkara cocok-cocokan, dan gak bisa dipaksakan.
Dan, Ya, Saya tidak
tahu seberapa bisa saya akrab dengannya.
Saya gak janji saya
bisa menjadi teman baik untuknya.
Tapi, saya akan terus
berupaya membuka diri untuk mengenalnya.
Karena itu,
Malam ini, pada hari
jadinya yang ke 791,
Izinkan saya berujar
juga,
"Selamat Ulang
Tahun Surabaya!"
"Semakin Sparkling ya! Semakin bercahaya!"
=)
Salam,
Saya.
-yang sudah hampir
setahun ini, menumpang singgah di kotamu.-
Komentar
Posting Komentar