Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

#23: Happy .. To Me (2)

#23 K alau saya diberi kesempatan untuk merayakan ulang tahun saya, sekali lagi, hari ini.. Saya percaya ini bukan kebetulan. Ini anugerah. Sebuah pengingat juga. Saya ada karena cinta. Dan, sejauh dan sekencang apapun saya berlari hari-hari ini, Saya tidak boleh lupa hal itu. #23   Orang tua saya dulu menyambut   dengan wajah berbinar. Dan, saya percaya, sekarang pun juga. Masih sama, setiap saya pulang ke rumah. Jika, kadang semua itu terasa seperti tersamar. Maka, hari ini saya diingatkan, rasa acuh dan angkuh saya, bukannya kerap membutakan? Doa mama, papa, dan adik-adik saya hari ini. Masih sesederhana tahun-tahun sebelumnya. Selamat ulang tahun. Semoga sehat, sukses, dan bahagia. *Ya. Ada variabel yang tahun ini ditambahkan mama. "Dapat jodoh yang baik ya, Nak.." *Haha, amin, dan saya ketawa.*   #23 Kadang, saya merasa bahwa semakin dewasa, jalan yang harus dihadapi adalah jalan yang semakin sunyi. Semakin sendiri. Tapi,...

#23: Happy ... To Me.

#23 Terima kasih bagi angka yang hari ini boleh ditambahkan. Bagi kerja dan karya yang boleh dilakukan Terima kasih bagi cinta dan perhatian orang-orang di sekitar. #23   Semoga semakin tahu apa yang kamu mau, Dan tidak ragu-ragu, memperjuangkan pilihan-pilihan dan kata hatimu. #23 Usia bertambah artinya jatah hidup semakin berkurang, bukan? Semoga lebih banyak berbagi senyum dan keceriaan pada sekitarmu. Lebih sedikit berkeluh kesah. Lebih tekun memaknai hari. Lebih rendah hati belajar dari segala peristiwa, yang silih datang berganti. #23 Semoga lebih berani, memberi cinta, menerima cinta, dan membaginya juga. Lebih rajin memeluk mama dan papa. Lebih perhatian dengan adik-adikmu yang sudah tambah besar juga. #23 Semoga semakin peka dan pasrah berserah. Menyerahkan hidup dan segala gejolaknya pada tuntunan sang Pencipta. #23 Selamat bertambah usia. Surabaya, 30 Juli 2012

Dua Ribu Rupiah, bagi Sebait Doa

Perjalanan pulang ke Malang hari ini berbeda. Saya naik bis ekonomi sendiri. Dan, memilih menikmati setiap detiknya.   Tidak sibuk dengan teknologi. Tidak sepenuhnya tenggelam dalam kantuk. Tidak juga lari menyusuri jalan pikiran kepala sendiri Hasilnya ? Apa yang saya dapati? Banyak. Pak kondektur dengan kumis melintang yang ternyata ramah. Ringan tangan membantu ibu-ibu tua yang memanggul belanjanya. Penjual-penjual makanan atau perkakas atau apa saja, yang tidak lelah-lelah memperjuangkan hidupnya. Meletakkan dagangannya ke pangkuan penumpang. Lalu menyusuri lorong bis lagi, mengambil barangnya satu-satu. Masih berharap ada yang tergerak membeli. Perempuan di samping saya, ibu muda dengan dua anak perempuan manis yang kerap mengeluh kegerahan. “Sabar ya, nak.. Sebentar lagi sampai..” Suaranya lembut, mendamaikan hati anaknya. Menenangkan putrinya. :’) Mas yang berdiri di lorong bis memanggul ransel besar. Barangkali mahasiswa.Seringnya menunduk. Asyik dengan...

Ugh!

Gambar
Dear you,   i just remember you,    and. just. want. to. say. -thank you- Sebelum saya terlanjur gagu, Sebelum saya diberati berbagai pertimbangan yang membuat lidah ini kelu, " Bagaimanapun terimakasih, sudah memberikan saya perasaan seindah ini." Surabaya, 27 Juli 2012

Mind: The Series (17- Dengar, Rasakan.)

Semacam dejavu. Malam. Lembaran putih ms. Word dan kursor yang berkedip-kedip. Ditambah lagu-lagu yang didengar dengan earphone... Awal mulanya saya memasang lagu depapepe yang ceria dan rancak itu, penuh semangat. Lewat beberapa menit, kursor saya masih kedap-kedip. Lewat beberapa lagu, saya merasa kurang nyaman. Ya. Lagunya enak. Saya menikmati lagunya. Tapi, saya merasa lagu itu bukan saya sekarang. Saya sedang gak butuh untuk menjadi ceria, penuh semangat, dan rancak seperti lagu itu. Sedang tidak hendak. Sedang tidak mau. Dan memaksakan diri untuk menjadi rancak itu ujungnya, tidak nyaman. Nyiksa. ... Maka, ya, playlist pun bergantilah. Drastis. ... Lagu korea. Saya ga paham liriknya. Tapi, saya lancang menyimpulkan ini sejenis lagu yang melodinya meluruhkan. Dari intronya saja sudah terasa auranya, warna biru atau ungu. Paham kan? Lagu semacam apa yang sekarang akhirnya terdengar di telinga saya, dan memberi daya kursor ms. Word ini bergerak. ...

100 Langkah

Maka, demi apa saja, saya tidak mau menukarkan 100 langkah ini. Langkah yang sepenuhnya hanya diisi ketok sepatu, kunyahan pisang keju, juga pikiran-pikiran sendiri, yang berputar-putar sepenuhnya untuk saya, milik saya. Surabaya, 100 langkah menuju pintu kantor saya.

Menuju Pukul Tujuh

Gambar
Menuju Pukul Tujuh.         Kita harus segera mandi.     "Masih ada 5 menit..."        Hmm.. ya.. "Tiga menit untuk pelukan." "Dua menit untuk ciuman." Kita tertawa.        Memangnya peluk dan cium bisa pakai timer? *sebuah catatan kecil.*

Why oo Why

Why complicate love, sweetie? Apa susahnya mengatakan yang sesungguhnya kamu rasakan? Bukankah banyak orang bilang, bahwa verbal lebih mudah daripada tulisan. Why complicate love, sweetie? Mengapa harus diburu, ditutupi, diingkari karena berbagai pertimbangan, bernama norma dan kewajaran yang massal? Why complicate love, sweetie? Mengapa harus mengukur waktu, menyertakan beragam-ragam syarat yang lebih mudah kau pinggirkan, ke sudut kiri dan kananmu? Bukankah sesungguhnya hatimu haru, dan bukannya beku? Why complicate love, sweetie? Bukankah kamu tahu, pengalaman dan perkataan sama pentingnya. Tak boleh ada yang satu lebih atau kurang dari lainnya. Dan, bukankah yang terkatakan akan membuat yang rumit menjadi lebih sederhana. Lebih nyata. Lebih mudah dicerna. Why complicate love, sweetie? Bukankah mengatakan dan mengekspresikannya, sama saja membuatmu merasa terberkati, sama seperti saat kamu mendengarnya, dari ia yang...

Mind: The Series (16- Gelombang)

Gambar
Karena kamu gelombang, Maka saya membiarkanmu bergulung, Bergulir arahmu menuju ke tepian. Ya, tentu saja, Kamu mungkin pecah di tengah. Menjadi buih-buih yang pedih. Tak pernah mencapai tujuanmu. Tapi, ya, tentu pula, mungkin saja ceritanya berbeda. Meski terengah, kamu menyentuh pasir yang menantimu di tepian, dengan sabar, setia, dan kepasrahan. Entahlah. Bagaimana ceritamu? Saya tidak tahu. Kamu pun tidak. Dan, bukankah memang seharusnya demikian? Terlampau banyak hal, yang sebaiknya kita tak perlu tahu dulu. Tidak juga menebaknya. Ataupun membatasi segala kemungkinan dan ketidakmungkinan dengan kira-kira. Kamu, gelombang, maka bergulunglah. Bergulirlah. Dan, apa yang harusnya terjadi, terjadilah. Surabaya, 21/07/2012

Mind: The Series (15- Bebas)

Berlarilah! Kali ini berlarilah, Sebebas yang kamu mau. Tanpa koma, tanpa titik, tanda seru, atau kata tanya yang memaksamu berhenti terpaku. Surabaya, 21/ 07/ 2012

Mengejar Senja (9)

Episode. Senja Sederhana. " Sayang, sebagus-bagusnya langit   waktu senja hari itu, Kalo kamu menikmatinya sendirian, jadinya nyesek. Nah, walaupun senjanya sederhana, Tapi kamu bisa menikmatinya bersama orang yang kamu sayang, Jadinya pasti indah. " -Bukan tentang dimana kita berada, atau situasi apa yang kita hadapi, tapi bersama siapa kita melaluinya.- Surabaya,12 Juli 2012

Mind : The Series (14 - Lancang)

Maaf. Saya lancang. Boleh tidak saya bermimpi menjadi bumi? Kamu, langitnya. Surabaya, 11/07/12

Mind : The Series (13 - Komitmen)

Bagaimana cintamu cintaku? Cukupkah tabah diuji jarak? Masihkah teguh diasuh waktu? Beranikah gigih digurau sepi? *Bagi teman2 sekantor saya, perempuan-perempuan tangguh, yang menjalani rumah tangga jarah jauh.* Surabaya, 9 Juli 2012

DisMimpivasi

Hari ini adalah hari pertama training teman saya. Dia di Jakarta. Calon reporter. Wartawan. Di Tempo. Saya ingat beberapa tahun lalu, waktu kami masih SMA, ia tuliskan di buku saya bahwa 10 tahun lgi sejak saat itu, ia akan menjadi wartawan. Lalu, akan mewawancarai saya, yang sedang tersenyum memandangi buku novel pertama saya yang dilaunching. Laris manis. Hari ini ia mulai menapaki jalannya. Menuju mimpinya. (5 Desember 2011) Saya? Saya sedang di hadapan laptop ini. Menulis ini. Entah apakah tulisan ini cukup berarti untuk diperhitungkan sebagai langkah yang saya tempuh, untuk menuju ke jalan saya. Mimpi saya (dlu). Saya paham, ya tentu saya tahu. Kadang mimpi memang perlu dikoreksi. Mungkin jadi novelis bukan cita-cita saya saat ini. *Lalu, apa yang kamu mau? Lalu, apa cita-cita kamu? Lalu, apa yang hendak kamu kejar?* *Mengingat saya harus mikir terlalu lama untuk menjawabnya. Dengan berat hati, saya harus bilang, saya tidak tahu.* Fas...

Have I Told You Lately

Have I told you lately that I love you Have I told you there's no one else above you Fill my heart with gladness take away all my sadness ease my troubles that's what you do For the morning sun in all it's glory greets the day with hope and comfort too You fill my life with laughter and somehow you make it better ease my troubles that's what you do There's a love that's divine and it's yours and it's mine like the sun And at the end of the day we should give thanks and pray to the one, to the one Have I told you lately that I love you Have I told you there's no one else above you Fill my heart with gladness take away all my sadness ease my troubles that's what you do There's a love that's divine and it's yours and it's mine like the sun And at the end of the day we should give thanks and pray to the one, to the one And have I told you lately that I love you Have I told you there's no one else abov...

Mind : The Series (12- Jarak)

Jarak ku dengan mu adalah.. seberapa nekat aku mau mendekat, seberapa berani hatimu datang menghampiri. Surabaya, *lupa kapan nulisnya* T.T

Mind : The Series (11- Di Tempatnya)

Segala sesuatu itu harus diletakkan pada tempatnya. Seperti bunga pada potnya. Sepatu di raknya. Jiwa di badannya. Hati di pemiliknya. *tarik nafas*

Mind : The Series (10 - Sederhana)

Cinta itu sederhana. Yang rumit, kita. Surabaya, 5/7/12 *ceritanya kata2 ini kok menari2 aja di atas motor, hehehe..*

Mind : The Series (9-Tuhan)

Dan, saya memilih mengimani Tuhan, yang tidak mampu saya pahami. Dan, saya memilih mengimani Tuhan, yang tidak dapat saya mengerti 100%. Surabaya, lupa kapan nulisnya.

Mind : The Series (8-....)

Saya mencintaimu dengan sepenuh akal dan pikiran sehat saya. But, it's never enough. Surabaya, Maret 2012

Mind : The Series (7-Unvalueable)

Tentang segala hal, yang semakin terasa tidak bermakna. Sewajarnya, saya bertanya. Rasa itu muncul, apa sebabnya? Memang semua ini tidak berarti apa-apa. Atau, saya, yang kehilangan kemampuan dan keheningan, untuk memaknai? Surabaya, sambil nunggu orang di RS.

Mind : The Series (6-Rasa)

"Aku suka kamu sekarang. Tidak tahu nanti." Jangan menjaminkan rasa pada waktu. Waktu punya masa kadaluarsanya sendiri. -lupa kapan kepikirannya-

Mind : The Series (5-Neraka)

Neraka adalah berhadapan dengan segala yang nikmat tapi tidak dapat menikmatinya. Surabaya, lupa tanggal berapa.

Mind : The Series (4-....)

Malam yang resah adalah, saat pikiran ini merasa tak cukup lelah, untuk segera rebah. karena terlalu banyaknya rasa, karena terlalu banyaknya suara. Surabaya, lupa tanggal berapa.

Mind : The Series (3- Satu Dua)

Kaki kita dua. Dan tidak mungkin berpijak di dua tempat, dalam saat yang sama. Jadi, bagaimana bisa? Hati yang hanya satu , Hendak dibagi dalam dua wadah. Surabaya, lupa tanggal berapa. #edisi lupa tanggal berapa ini, ga sengaja ketemu catatannya di BB, haha...

Mind : The Series (2-Trap)

Hei Kamu. Iya! Kamu! Get out of my head. Kepala ini memerangkap. Dan, rasanya sesak pengap. Surabaya, lupa tanggal berapa.

Mind : The Series (1-It's enough)

Saya gak tahu cinta itu apa. Tapi, yang jelas, saya bahagia dengan dengar suaramu saja. Dan, ini cukup. Saat ini, ini sudah lebih dari cukup. Surabaya,  2 Juli 2012

Miss Those Feeling

Pernah tau rasanya sungguh-sungguh suka melakukan sesuatu? Pernah tau rasanya bergairah melakukan sesuatu? Pernah tau perasaan 'hidupnya', perasaan 'semangatnya', perasaan ' I want to do it longer! ' Pernah tau rasanya diburu penasaran,   ' I   want to know it better! ', ' I want to learn about it more!' ? Pernah tau rasanya ga rela untuk istirahat karena saking nikmatnya melakukan pekerjaan atau berkarya? Pernah tau rasanya yakin benar-benar dengan yang sedang kamu perjuangkan, dan gak peduli, entah yang lain mencibir atau mengatakan kamu 'sok asik' sendiri? Pernah tau rasanya? Saya pernah. And I miss those feeling so much. Motivator-motivator karir mungkin menyebutnya passion. Atau ada yang menyebutnya idealisme. Entahlah. Saya ga bisa mendefinisikannya dalam sebuah kata. Atau memberinya sebuah nama. Yang jelas, saya rindu rasanya. Saya rindu rasanya melakukan sesuatu dengan kesel...