Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Filosofi Sepatu (1)

The fact is sometimes women' life can be so hard, a lonely long road,  with gravels, holes in everywhere. Thats why, we need a good and special shoes, to make the walk little more fun. Thats why, we need a good shoes to be friend for walk, fall, get up again, and continuing the walk to reach our dream,  to find our passion, our way of life.

Kereta

Kamu selalu mengagungkan keretamu. Lebih cepat dari roda2 di jalanan. Dan, beragam orang untuk disapa. Sewaktu kamu bercerita, saya tertawa. Menikmati mimikmu. Membayangkan keretamu. Sore ini, waktu kamu tak lagi sama. Saya duduk di gerbong yang mungkin, pernah kamu singgahi. Pandangan ditebar, dan saya dapati: Pria paruh baya menatapi kekasihnya, lembut. Mesra. Aahhh.. Mengapa kamu tak pernah berbagi cerita yang itu? Romantisme bersama derak kereta yang bergerak. Kisah cinta di bangunan rel yang setia bersama. Meski, getirnya, tak pernah bisa bersua. Hm. Sementara ini, biar saya pinjam dulu keretamu. Ceritamu, tawamu, dan kamu menari-nari di ingatan. Bolehkah saya mengkhayalkan ini perjalanan kita? Kamu, dan saya, pesertanya. Saya membauimu dalam wangi tembakau. Dalam sibak lembar-lembar buku. Sesaat saya terperangah. Sepertinya, kamu memang turut serta. *kereta membangkitkan sisi romantis saya, ini hasilnya. 14 Maret 2011 Malabar. Malang-Jogja.

Mengejar Senja.. (7)

Waktu senja tiba, kau mengejar dan mengabadikannya. Aku, merangkai kata-kata. Karena ada rindu yang berkelebat. Sekejab. Jadi, semoga semarak jingga dan biru itu menyampaikan pesanku. Ada rindu, padamu, yang kian hari jauh lebih ungu. Surabaya, 29 Januari 2012

The Legend of Guardian: Mrs.P and Me

Dalam rangka bersenang-senang dan merayakan keberhasilan menulis bab 3 sikiripsi, aku menyewa banyak sekali film.. Well, hm, gak terlalu banyak sih, 4 buah saja, tapi cukuplah buat menghilangkan suntuk, lebih malah, hehehe.. Keempat film itu adalah Inception, Confusius, It’s Complicated, dan The Legend of Guardian. Dan, baru saja, aku selesai melihat The Legend of Guardian. Ini adalah film animasi. Aku meminjamnya tanpa rencana, sebatas karena penjaga vcd kebetulan memutar film itu dengan suara keras-keras, dan aku terpesona pada bagian langit merah yang digambarkan indah sekali. Yah.. Tulisan ini bukan tentang penjaga vcd atau langit merah itu.. Lupakan-lupakan! Seperti laiknya film animasi lain yang diinspirasi karakter binatang, film inipun bagus. Aku tidak menyesal meminjam dan menontonnya. Aku menikmati filmnya, sama nikmatnya seperti ketika melihat Ice age, Brother Bear, Happy Feet, Nemo, Stuart Little, dsb. Film The Legend of Guardian mengambil karakternya dari burung...

(dari) Kado : (untuk) Nona Muda

Aku adalah kado. Fitrahku memang diciptakan untuk sekali. Setelah itu, wuzzz, aku remuk. Aku hancur. Berhenti berbentuk dalam wujudku yang pertama. Aku akan bermutasi dalam bentuk lain yang abadi. Disimpan dalam kenangan. Memori di hati. ... Aku paham, masaku singkat. Namun, dari yang sebentar itu, aku senang sebab bermanfaat. Itu fitrahku. Tujuanku ada. Kebahagiaanku adalah memenuhinya. ... Sedari awal, Aku menyiapkan diri untuk memberikan diri. Para kado tua selalu mengisahkan. Akan ada manusia yang membantu melalui proses persiapan itu. Jika aku baik, jodohku pun, manusia baik. Dan, sepanjang aku mematut diri. Aku merasa aku cukup baik. Cukup layak untuk bertemu dengan manusia baik. ... Maka, aku heran. Entah, nasib buruk apa yang mampir padaku. Aku habis akal. Apa salahku? Mengapa aku berakhir disini? Di sudut dalam lemari. ... Aku tak paham pada nona muda yang menjadi tuanku. Ia sudah mendandaniku dengan cantik. Ia mengemasku demikian menarik. Ia menyentuhku hati-ha...