Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Tentang SEX

Poin 1: Katanya, sex itu variabel penting dalam hidup pernikahan. Thats why, temen kantor saya panik cari obat untuk menghentikan mensnya yang baru datang 3 jam lalu, karena suaminya -yang notabene cuma ketemu dia 2 minggu sekali- akan datang 'ngapelin' dia 2 jam lagi. Poin 2: Paham ketimuran berpendapat bahwa sex itu saru. Harus diakui bahwa sex itu masih tabu buat dibicarakan secara terbuka bagi sebagian besar kalangan yang sudah menikah, apalagi yang belum. Nah, ngomongin aja saru, apalagi learning by doing. Intinya, sex itu tidak dihalalkan sebelum ikatan pernikahan. Poin 3: Pacaran itu katanya masa penyesuaian dan masa perkenalan. Kalo pacarmu berantakan dan jorok, selama masa pacaran kamu punya kesempatan berpikir, is it worth it to spend ur whole life with this person ? Kalo pacarmu ga bisa nyetir mobil, ada yang berpikir ulang, do u deal to live ur life with those man who can't drive ? Notes: Dibandingkan poin 1, ga ada tuh teman kantor saya yang sudah m...

Nona Muda : Kepo

Nona, kamu itu terlalu naif. Ingat-ingatlah. Pesanku sederhana. Rasa ingin tahu bisa membunuhmu. Mencengkerammu dalam prasangka dan kekhawatiran. Membawamu dalam perasaan 'tidak enak' yang menggelisahkan dirimu sendiri. Sudah. Bernafaslah. Surabaya, 12 November 2012

Banci!

Kenapa reaksi saya harus sekeras dan sefrontal itu ya ketika dihadapkan situasi semalem? Ceritanya, semalam, teman saya ada yang sedang curhat tentang ketidakberesan dan ketidakprofesionalan kerja suatu tim EO. Dia sedang curhat menggebu-gebu meluapkan segala kekesalan atas kekacauan kerja EO tersebut. Saya berasa sebelnya dia. Saya ngeeeeh banget EO itu emang gak semuanya baik dan menyenangkan. Dan, kalo pas ketemu jodoh EO yang kacaubalaubanget-banget, emang wajar dan paham klo emosi kita bisa dimainin sampe ke puncak ubun-ubun. Ada banyak kasus dimana harus berhadapan dengan situasi yang menyebalkan banget-banget, bikin rambut njegrak, dan rasanya pengen koproool saking emosinya. Fiuft. (ini saya sendiri setengah curhat ini ceritanya! Fiuft.) Nah. Waktu teman saya lagi cerita itu, saya tahu saya ga bener sih. Dilihat dari etika komunikasi antar manusia, emang tindakan saya ga bener. Ketika seseorang sedang berbicara denganmu, maka dengarkanlah ceritanya hingga tuntas. Keti...