Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Behind The Song: James Morrison

In love with James Morrison. Siap-siap ya, bakal banyak edisi behind the song James Morrison disini. =) Malang, 28 Oktober 2012 *selama ini aku kok ga ngeh se, kemana aja diriku?*

Teman

Gambar
“Friendship is born at that moment when one person says to another:  "What! You too? I thought I was the only one.”  ~C.S Lewis  friend in shoes. =)  Very great time with very great friend. Thank you, Sar.  *hug. Malang, 27 Okt 2012. 

Dialogue (2) : Looh.. Itu Cinta.

Nona muda : Aslinya liburan ini aku diajakin jalan berdua sama sobatku cowo.. Teman : Terus? Kenapa ga berangkat? Nona muda : Karena aku kepikiran perasaannya Tuan Muda.. Teman : Eaaa.. Eaaa.. Nona muda : Aku, dudul banget ya? Teman : Looh.. Itu cintaa.. Teman : Seperti katamu, aku kok sayang ya sama Tuan muda.. :D Nona muda : Asem. Emotnya gak usah girang gitu juga kali.. Teman : Owke. :D :D :D Nona muda : Sepertinya yang menentukan status kita itu, dan segala tindak tanduknya adalah, status hati kita ya.. Teman : Could be. Ada bapak-bapak udah nikah, tapi masih suka godain perawan kaya aku.. Nona muda : Could be. Statusnya pacaran tapi masih flirting sama orang lain.. Teman : Atau seperti kamu sekarang, Nona.. Gak jelas, tapi malah setia. Nona muda : Hahaha.....

Dialogue: Galau

Teman : Galau kenapa semalem? Me : Asmara. Teman : Kenapa asmaramu? Me : Galau. Kan, sesederhana itu. Teman : Istilahnya memang sederhana. Tapi, rasanya apa iya? Me : .... (berasa disawat ulekan) ...

Behind The Song: Waktu

Gambar
Ada waktu tertawa, ada waktu kecewa Musuhnya kami hanyalah waktu Ada waktu berjumpa, waktu mencinta, dan waktu berpisah *lirik yang bagus. :')* 

Cinta Terlarang- Rio Dewanto

Gambar
Cinta bisa datang kapan saja Biasanya dia hadir tiba-tiba Lalu semua berubah Hati ini menjadi resah ** Aku bukan manusia sempurna Namun ku masih miliki mimpi Ku tahu kau juga tak sempurna Namun berdua kita saling mengisi ** Ku tahu cinta ini terlarang Walau rasa ini tak sanggup ku pungkiri Ku harap kau mau mengerti Apa jadinya dunia Kalau mereka tahu tentang kita *nemu lagu enak. hehehe.. Dan, Rio Dewanto keren beud!*

Das Sollen vs Das Sein (2)

Gambar
Sudah membaca tulisan das sollen vs das sein saya yang sebelumnya? Anggap ini adalah kelanjutannya. Dengan konteks yang jauh lebih real. Pertanyaan yang lebih hmm.. apa istilahnya ya? Jujur dan terbuka barangkali? Dalam konteks hubungan 2 orang. Laki-laki dan perempuan. Sebut saja, kamu dan saya. Apa yang harus kita lakukan saat harapan saya tentang kamu tidak bertemu dengan kenyataan kamu yang saya idealkan? Begitupun harapanmu atas saya tidak bertemu dengan kondisi saya yang kamu idealkan? .... Sedang mikir dalem gitu. Lalu, ada sejenis suara kecil yang berbisik pada saya, “That’s why people need love to be together. And most of all, that’s why people need a commitment.” Pada dasarnya memperoleh kenyataan yang sama persis dengan yang kita idealkan itu tidak mungkin, kan? Dalam hubungan dua orang, tidak ada ceritanya, kamu sepenuhnya memenuhi harapan saya. Saya memenuhi sepenuhnya harapan kamu. Tidak ada. Dan, karena itulah, dua orang manusia yang sama-sama berha...

Das Sollen vs Das Sein (1)

Lucu. Dalam cara yang sinis, saya merasa apa yang saya alami dan rasakan sekarang ini, lucu. Saya jadi ingat bahwa istilah keilmuan sosial yang saya hafalkan pertama kali adalah, istilah ini. Das sollen dan Das Sein. Das sollen adalah apa yang kita harapkan, apa yang kita cita-citakan, keadaan ideal yang kita inginkan. Das sein adalah apa yang senyatanya terjadi, realitanya, keadaan yang sesungguhnya dihadapi saat ini. Dan, saya ingat, pak dosen ilmu sosial dasar berkata, “Objek kajian kalian adalah jarak di antara dua istilah itu. Masalah adalah kesenjangan antara apa yang diharapkan (das sollen) dan apa yang senyatanya terjadi (das sein).” Lucu. Dalam cara yang sinis, sore ini saya baru sadar bahwa kajian ilmu saya itu adalah untuk menjadi ahli dan cermat dalam menemukan masalah. Problem happens when u see the distance between the das sollen and the das sein. Yup! Temukanlah kesenjangannya, temukan masalahmu. Fiuft. Das sollen vs Das sein. Dua istilah ini kembali ...

Date a Girl Who Reads

Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve. Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow. She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. ...

Main Kata (1) : MIMPI

Ada mimpi dalam kepe(mimpi)nan. Jakarta, 15 Oktober 2012 Note: Siapa sebenarnya pemimpin? Sepertinya, pemimpin itu pemimpi(n) juga. Pemimpi(n) yang memperjuangkan mimpinya dengan integritas, tanggung jawab, respek, dan antusiasme. Am I? Do u? Sebelum jadi pemimpin, pertanyaan ini sebaiknya kita jawab dlu, Sudah berani bermimpi? =)

Jalan Kaki

Saya baru menyadari kalo saya sudah lama   tidak keluar kos dengan jalan kaki. Sambil cuek menenteng payung, untuk hujan yang saya tunggu. Tapi, malam ini masih terlampau malu   (atau angkuh?) untuk berkunjung. Saya baru menyadari kalo saya sudah lama tidak keluar keluar kos dengan jalan kaki. Menghidupi langkah demi langkah yang saya tapaki. Menyusuri kenangan. Lalu, senyum-senyum untuk alasan yang cukup saya sendiri mengerti. Saya baru menyadari kalo saya sudah lama tidak keluar kos dengan jalan kaki. Sekadar untuk mencari penjual pulsa. Dan tidak keberatan untuk sedikit bersusah-susah mendapatkan kebutuhan saya. Saya baru menyadari kalo saya sudah lama tidak keluar kos dengan jalan kaki. Menuruti spontanitas yang menuntun saya berbelok ke warung kecil yang sudah sepi pengunjung. Menyadari kesukaan si penjual saat saya datang. Menikmati saat-saat seperti: Menunggui makanan dimasak, sambil melihat proses memotong sayurnya, ...