Hei kamu lelaki, tenanglah.. Aku tidak pandai memasak, tapi kupastikan kamu tidak akan kelaparan. Aku tidak pandai memasak, tapi kupastikan saat kamu sakit dan mual, bukan indomie kuah yang akan kusajikan. Tenanglah, setidak-tidaknya bubur sayuran dan teh manis hangat yang akan ada di hadapan. Mungkin, tidak semewah bubur santan kaldu buatan ibumu. Tapi, lelaki, percayalah.. Kuupayakan terbaik yang kumampu. Hei kamu lelaki, tenanglah.. Aku mungkin ceroboh dan lupa meninggalkan barang kesukaanmu, Tapi kupastikan saat kau sakit, aku punya perlengkapan yang kauperlu. Barangkali obat sakit kepala, hingga minyak angin yang akan kau tolak mentah-mentah. Dan ya, akan kupaksa kau tetap menggunakannya. Walau itu artinya berhadapan dulu dengan cemberut bibirmu. Karena bagiku, kesehatanmu itu yang pertama dan nomor satu. Hei kamu lelaki, tenanglah.. Tuturku tidak lembut memanjakan, tapi kupastikan kamu tidak akan sendirian. Akan kutemani kamu berbincang-binca...