Kakiku dan Soulmatenya
Ya. Saya pemuja
sepatu.
Saya paham ada quote
judulnya 'right to shoes'.
Tiap orang berhak
bersepatu. Dan memilih sepatunya.
Sepatu paling nyaman.
Sepatu yang paling ia.
Dan, saya juga tahu.
Ditilik dari sisi
economicalhistory *halah*, sepatu bisa berarti kemewahan.
Banyak orang yang
masih belum beruntung mengecap rasanya bersepatu.
Maka sebab itu,
penggunaan sepatu juga kudu disertai tanggung jawab.
Melangkah yang lurus.
Bahwa sepatu itu bagi
saya, ga cuma sekadar alas kaki,
tapi banyak
filosofinya. Saya paham.
Filosofi hidup. "We need a good and special shoes, to make the
walk little more fun."
Filosofi dalam relasi.
"Before you insult a man, walk a mile in
his shoes."
Filosofi cinta. "Kejarlah cinta, seperti mengejar sepatu
impian." \ *oh yes. I do.* \
Filosofi jodoh. "Cari jodoh seperti cari sepatu. Ini adalah
segala tentang cocok-cocokan. Sometimes, ketemu sepatu model bagus, tapi gak
nyaman. Ketemu sepatu nyaman, tapi warnanya norak. Ketemu sepatu sempurna, tapi
harganya bikin minder. Complicated."
Sampai filosofi karir.
"Sepatu yang baik, membawamu mengunjungi
tempat-tempat terbaik."
Saya adalah shoes
philosopher. *halah*
Saya belajar banyak
dari sepatu.
......
Tapi, sepanjang hari
ini.
Saya rada muak sama
sepatu. Ugh!
![]() |
| Kakiku-Sepatuku. |
Rasanya sepatu itu
seperti belenggu. Ugh!
Jemu. Segala yang terlalu itu memang tidak baik.
Saya bergaul
dengannya sepanjang waktu.
Dan, kalau kalimat
saja butuh spasi,
Kaki saya ini juga
butuh sekali-kali mengambil jarak dengan soulmate nya.
Kaki ini butuh
variasi.
Sandal mungkin?
Sekarang ini di telinga saya,
sandal lebih kedengaran seperti jalan-jalan dan
hore-hore.
![]() |
| Merdeka dalam Sandal. |
Dan, ya, kapan saya
boleh pakai sandal? Aaaa.. Teriak.
Saya kangen
kemerdekaan dalam hikayat sebuah sandal. *halah lagi. Haha.*
Kaki ini butuh
refleksi barangkali.
Sebuah jeda.
Biar kaki saya bisa
menghayati keberadaannya sendiri.
Tanpa intervensi dari
berbagai benda-benda lain.
Maka, demikianlah,
sore ini.
![]() |
| It's fun. Yeay! |
Saya nikmati
benar-benar indahnya sepatu ditanggalkan.
Kaki-kaki yang
telanjang.
Ooh. Rasanya nyaman
luar biasa.
Surabaya, 20/06/2012
17.17



Komentar
Posting Komentar