Jualan Online: Dunia Sis, Bro, Gan, dan Kaka'

Di buku-buku tulis zaman dulu yang dibuat oleh Kiky, seingat saya suka ada tulisan ' Experience is the best teacher'.
Pagi ini saya sungguh menghayati bahwa apa yang dikatakan oleh tulisan itu benar.
Ya. Pada akhirnya, mengalami akan membawa kita pada pengalaman dan pelajaran yang jauh lebih bermakna, ketimbang sekadar tahu atau dengar.

Setiap hal yang saya kerjakan membawa saya pada pengalaman yang berbeda. Pelajarannya masing-masing. Dan, saya bersyukur atas hal tersebut. Saat ini, selain sebagai guru les privat untuk anak-anak SD di kota Malang, saya juga menjajal jualan online. Yah, memasuki dunia sis-sis an, agan-agan an, dan makasih kaka', hehe.

Saya berjualan produk fashion untuk perempuan muda, khususnya dompet dan tas. Promosi yang saya gunakan sejauh ini baru melalui akun instagram di @nonamuda.fashionstory dan twitter @nonamuda_Olshop. Hasilnya, hmm, yah lumayan lah buat menghidupi pulsa 3 handphone saya,si BB, si Asus Android, dan si Soner XL saya. Yah, angkanya memang belum sebanyak hasil jualan jersey adik saya di @sporttimemalang yang keuntungannya uda mengalahkan UMR kota Malang sekarang, hehe. Tapi, yah, dalih saya sih kan saya baru belajar 3 bulan, sedangkan adik saya udah merintis bisnis online nya sejak 3 tahun lalu. Hohoho. Dia sudah menjelajahi Facebook, twitter, instagram, dan punya website sendiri. Sedangkan, saya baru mengawali dengan instagram saja. Jadi, yah, masih belajar lah, hehe.

Sejauh jualan 3 bulan ini, saya menikmati dan senang. Saya menikmati dan senang terutama saat saya posting foto produk jualan terbaru di instagram, lalu banyak yang komen dan memberi like. Saya senang saat jumlah follower akun nonamuda.fashionstory bertambah. Saya senang ketika ada yang ngechat dan nanya-nanya. Dan, tentu lebih senang lagi, ketika calon customer itu jadi beli dan uangnya sudah ditransfer ke rekening BCA saya. Horaaayy! Haha.

Di artikel yang bertebaran di dunia maya ini, seringkali disebutkan bahwa bisnis online itu mudah dan murah. Bisnis tanpa modal, istilahnya. Peluang berjualan dengan menjadi reseller atau dropshipper seringnya diceritakan mudah beud.  Ketika saya menjalani sendiri selama beberapa bulan ini, saya merasa bisnis online itu susah susah gampang. Mudah, karena modalnya relatif kecil dan siapa pun asal punya kemauan sebenarnya bisa melakukannya. Namun, susah susah juga, karena banyak juga pesaingnya dan bagi pendatang baru akan membutuhkan usaha dan waktu juga buat mendapat kepercayaan konsumen.
Hal menarik lain dari menjalani bisnis online adalah bisnis ini cukup melatih kesabaran. Saya sekarang sudah mengalami tuh, menjawab pertanyaan panjang lebar dari konsumen, dan kaya iyes banget si konsumennya, tapi ternyata gak jadi beli. Sabaarr.
Saya juga sudah mengalami juga, ketemu penjual tempat kulakan yang galak dan judes. Sempat kaget juga, dan 'sakitnya tuh disini'. Saya mencoba menganggap itu sebagai kelucuan dan dinamika pekerjaan ini lah. Sebagai sesama penjual online, saya mencoba maklum. Mungkin mbaknya lagi bad day, PMS, atau habis ngechat sama konsumen lain yang nyebelin. Yah, sekali lagi, sabaarr.

Selain berjualan fashion cewek, sebagai upaya mengais tambahan rezeki, saya juga coba jualan oleh-oleh. Lebih tepatnya, saya jualan oleh-oleh khas Malang, seperti pia mangkok, kripik tempe, permen kayu putih, kripik buah, dsb. Apa aja yang bisa dijual, akan dijualin deh ceritanya. Jualan makanan khas Malang ini lumayan ramai juga sebenarnya, hehe. Ada aja yang tiba-tiba dikirim Tuhan untuk ngeWA atau SMS saya mau pesan pia mangkok. Senangnya jualan makanan ini adalah karena orderan yang datang lumayan sering. Sedangkan dukanya adalah packing makanan itu membutuhkan usaha lebih, dibandingkan packing dompet atau tas. Makanan seperti pia mangkok itu kan mudah hancur. Kripik tempe dan kripik buah gampang remuk. Sambal pecel takut jebrot di perjalanan.Sari apel khas Malang berupa cairan yang gak semua ekspedisi mau kirim paket berisi cairan. Namun, seperti kata pepatah, when there is a will, there is a way, jalan itu selalu aja dibukakan ketika kita mau usaha, sedikit susah payah, mau mikir, repot, dan berkeringat. Begitulah.

Saya sih berencana untuk tetap melanjutkan usaha di dunia sis, bro, agan, dan kaka' ini. Saya merasa ke depannya usaha online akan menjadi salah satu penggerak terbesar perekonomian di Indonesia, bahkan di dunia. It should be better if I can take my own position in this e-commerce world as soon as possible, right? Hehe.
Semoga usaha online saya semakin laris, maju, dan berkembang ya. Semoga saya juga semakin giat belajar, semakin pintar dan paham tentang dunia online shop ini. Dan, buat siapa saja yang kebetulan senasib dengan saya, sedang memulai usahanya, tetap bersemangat. Keep your spirit on!

-end.

*Eniwei, siapa tahu ada yang gak sengaja mampir di blog ini, lalu kepingin beli oleh-oleh khas Malang, bisa lo kontak saya, hehe. Please BBM di 26651C71 atau WA di 08170505687. Harga bersaing. Hehe, numpang iklan sekalian. :D

Komentar

  1. The Rolex Deepsea Challenge is essentially a beefed up Submariner Deepsea watch (originally released in audemars piguet replica 2008). With the same in-house made Rolex Caliber 3135 automatic COSC Chronometer movement, it is larger in most all ways but retains the same basic DNA. Think of the Rolex Deepsea Challege and rolex replica uk the Deepsea's bigger more commercially unavailable brother. Beyond a certainly point making a watch super water resistant is about rolex replica watches armor. According to the brand, the Rolex Deepsea Challenge is able to resist 13.6 tonnes of pressure. That is up from rolex replica uk the 3.1 tonnes of pressure on the Rolex Deepsea. How is this possible? More metal... and sapphire. The super-sized Submariner style case is a chunky block of rolex replica uk is very nice 904L steel being 51.4mm wide and 28.5mm thick. The sapphire crystal alone is 14.3mm thick. It is a tank, made to replica watches resist the onslaught of pressure from all side.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads