BANDOENG 36: CAFÉ ADEM DI JALAN BANDUNG MALANG
Hari Jumat lalu,
saya lumayan putar-putar kota Malang. Dari Jalan Soekarno Hatta, ke Jalan
Letjend Sutoyo, lalu ke Jalan Bendungan Sutami. Semuanya itu dalam rangka
mencari service center ASUS, untuk HP ASUS Zenfone 5 saya yang nge-hang.
Informasi di internet yang ternyata kurang update mengenai lokasi service
center ASUS di kota Malang membuat saya lumayan sukses muter-muter.
Sesampai di ASUS
service center, HP saya yang ngehang ternyata bisa diperbaiki dengan waktu
sekitar 1 jam. Namun, karena sudah siang, dan teknisi harus menunaikan ibadah
sholat Jumat, maka waktu perbaikan menjadi 2 jam.
Nah, bagi saya yang
sudah letih dan lelah, tsah lebai.com, daripada saya kembali ke rumah di
Soekarno Hatta lalu kembali lagi ke Bendungan Sutami, saya mencari solusi
cerdas. Eng ing eng, saya punya ide untuk mencari tempat nongkrong di sekitaran
sana.
Singkat cerita
sampailah saya di Jalan Bandung. Di depan sekolah MIN 1 Malang, terdapat 1 café
yang dari depan penampakannya cukup menentramkan hati dan mendinginkan suasana
yang panas. Bersama Bea(u)t(y) kesayangan, saya pun percaya diri kesana.
Café ini bernama
Café Bandoeng 36. Tempatnya cukup besar, terdiri dari3 bagian, yaitu outdoor,
teras, dan dalam rumah. Bagian dalam rumah terasa cukup hangat suasananya. Ya,
dengan arsitektur khas Belanda, sofa, lampu temaram, serta ada juga ruangan
yang dilengkapi LCD dan bisa dipakai rapat.
![]() |
| suasana Cafe Bandoeng 36 |
Namun, saya memilih
bagian teras karena dari tempat itu saya bisa melihat lalu lintas jalan
Bandung. Terasa adem sebagai efek oksigen dari pohon-pohon jalan Bandung yang
rindang. Dan terasa aman, karena di atas kepala saya masih dinaungi dengan atap
rumah. Hehe. Sebenarnya, bagian outdoornya pun menyenangkan dengan terop-terop
payung dan kursi-kursi kayu. Tapi, saya mempertimbangkan cuaca Malang yang bisa
mendadak hujan.
Mas-mas waiter pun
dengan ramah menyodorkan buku menu kepada saya. Menurut saya, ragam menu yang
ditawarkan standar saja, dan sama dengan café-café yang lain. Misalnya pancake,
nasi goreng, spagheti, french fries, dan kawan-kawan makanan lain. Minumannya
juga standar, seperti juice, coklat, milkshake, aneka kopi seperti cappucino, latte, dan teman-teman minuman
yang lain. Hari itu saya memilih memesan cappucino dan single pancake dengan
topping karamel. Alasan saya memilih menu tersebut adalah karena saya
sebenarnya sedang kepengen pancake dari kapan taun, dan belum kesampaian juga.
Dan, minuman yang sedikit pahit seperti cappucino, karena saya sudah terlalu
manis. Eh, haha, ngasal. Ya, karena saya pengen aja minuman yang ada sensasi
pahitnya. Pancake nya kan sudah manis, kalo minumannya manis juga, nanti enek
juga kan. Begitulah.
Saya pun tidak lupa
bertanya password wifi kepada mas waiter yang ramah tersebut. Dan, sembari
menunggu pesanan datang, mari menikmati kenikmatan nongkrong di café Bandoeng
36. Wifi lumayan kenceng, bisa berselancar di dunia maya, musik yang diputer
asyik, dan angin sepoi-sepoi.
![]() |
| my laptop + pancake |
Saya nongkrong cukup
lama di Café Bandoeng 36. Ya, ceritanya kan saya sambil nungguin HP ASUS
ZENFONE kesayangan yang sedang diservis. Saya jadi mikir, mungkin enak ya,
pekerjaan yang bisa ngantornya dimana aja. Mungkin asyik, untuk kerja sambil
ngopi-ngopi di café. Hmm. Malang, dengan banyak pilihan cafenya, cukup ramah
untuk mengakomodir kerja kreatif yang bisa ngantor dimana aja itu.
Secara keseluruhan,
café Bandoeng 36 cukup nyaman dijadikan sebagai pilihan ngadem di tengah panas
nya kota Malang. Hanya saja, akan lebih nyaman jika kerapian dan kebersihan di
café lebih diperhatikan. Untuk segi harga, memang agak sedikit di atas patokan
harga café lainnya. Hal ini mungkin karena banyak juga pekerja kantoran yang
menghabiskan siangnya disini, tapi untuk mahasiswa masih bisa 'masuk budget'
kok.
Yah, saatnya
mengambil HP ASUS ZENFONE saya, mungkin lain kali akan kembali kesini untuk
wifinya.
Sampai jumpa lagi di
tulisan ngupi-ngupi saya yang lain. See Ya!


Komentar
Posting Komentar