Tentang SEX


Poin 1: Katanya, sex itu variabel penting dalam hidup pernikahan. Thats why, temen kantor saya panik cari obat untuk menghentikan mensnya yang baru datang 3 jam lalu, karena suaminya -yang notabene cuma ketemu dia 2 minggu sekali- akan datang 'ngapelin' dia 2 jam lagi.

Poin 2: Paham ketimuran berpendapat bahwa sex itu saru. Harus diakui bahwa sex itu masih tabu buat dibicarakan secara terbuka bagi sebagian besar kalangan yang sudah menikah, apalagi yang belum. Nah, ngomongin aja saru, apalagi learning by doing. Intinya, sex itu tidak dihalalkan sebelum ikatan pernikahan.

Poin 3: Pacaran itu katanya masa penyesuaian dan masa perkenalan. Kalo pacarmu berantakan dan jorok, selama masa pacaran kamu punya kesempatan berpikir, is it worth it to spend ur whole life with this person? Kalo pacarmu ga bisa nyetir mobil, ada yang berpikir ulang, do u deal to live ur life with those man who can't drive?

Notes: Dibandingkan poin 1, ga ada tuh teman kantor saya yang sudah menikah berfatwa, kebersihan dan ketidakjorokan adalah variabel penting dalam pernikahan.  Dibandingkan poin 1, ada lo teman kantor saya yang sudah menikah, berkata bahwa dia ga mau nikah sama cowo yang ga bisa nyetir mobil. Padahal, menurutnya, bisa nyetir mobil itu juga bukan variabel penting dalam hidup pernikahannya.

Poin 4: Teman saya, cewek, beberapa hari lalu berkata, "Aku ternyata bisa horny juga ya.. Feel so weird ya.. *jeda*. Akhirnya, kita sampai di usia mulai ngomongin sex ya.."  Is it too late? :D Makanya, saya jadi kepikiran buat nulis ini.


And then, my question..


Question 1: Jika ketika pacaran, pihak yang terlibat di dalamnya berusaha mengenali dan menyesuaikan diri dengan perilaku jorok, perilaku berantakan, kelemahan tidak bisa memasak, kelemahan tidak bisa nyetir mobil, dan ketika memutuskan menikah artinya mereka siap bernegosiasi dengan itu, maka kenapa sex yang katanya penting dalam pernikahan tidak berusaha dikenali dalam kehidupan berpacaran?

Question 2: Dalam kaitannya dengan sex, apakah menikah ibarat membeli pasangan dalam karung tertutup? Jika sex itu penting dalam pernikahan, bagaimana jika orang yang kita nikahi ternyata tidak compatible dalam urusan itu? Uhm.. Disfungsi seksual maybe, egois dalam hubungan sex mungkin, atau parahnya ternyata menderita penyimpangan seksual semacam yang suka sadis begitu. How?

Question 3: Fair ato ga sih?! Fair ga sih? Kalau beli blackberry aja, kamu memastikan bahwa ur phone can work lo. Dan, masih ada garansi 3 tahun, kalo di tengah jalan ternyata doesn't work. How about marriage? Gambling. No guarantee. Ga bisa dikembalikan toh? *btw, ini ngomongin dalam konteks seksual life lo ya.. Bukan sedang membahas komitmen dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, oke?"

Question 4: Atau kehidupan seksual setelah pernikahan itu termasuk satu paket dalam komitmen menerima pasangan apa adanya, suka dan duka, sehat dan sakit? Uhm.. *mikir*

Kepikiran tiba-tiba saya ini, cukup masuk akal buat dipikirkan ato gak? :D



Surabaya, 28 November 2012


 

Komentar

  1. Nah ini baru eka.. hahaa.... APaka kabarmu ekaulamudiiiii?

    jawaban untuk yang ke-2. Bawa aja ke dokter ahli dan cek sapa tahu punya penyakit menular seksual, dan "penyakit2 buatan" lainnya...

    BalasHapus
  2. Bagaimanapun juga, semua balik lagi ke fakta bahwa lingkungan kita masih menganggap bahwa sex adalah tabu - sesuai dengan adat ketimuran. Walaupun hasil riset jg mengatakan byk orang sudah merasakan sex sebelum nikah, tapi tetap saja : mengenali pasangan luar-dalam dari karakter dan kehidupan seksualnya di adat kita tidak umum .

    Tapii, semua balik lagi ke pribadi masing-masing.
    mau dan mampu menghadapi resiko kah dengan melakukan sex pra nikah?

    BalasHapus
  3. Can you live your life with a person who snores while sleeping? :D

    BalasHapus
  4. can you live your life with a peson who snores while sleeping? how did u know, if u dont know how he is sleeping.. haha..
    apakah itu bunyi ketel dimasak? ataukah peluit bersautan? atau seperti bunyi lautan yang tenang? hehe. :D

    seriously, my next question is: is love enough to make a compromise about snoring, driving, or everything about disability or disagreement with ur partner in life? *cek grammar, please.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads