#katamama
Berikut ini beragam petuah dari mama, yang hendak saya scripta manentkan.
Kudunya listnya akan terus bertambah, hehehe..
Tapi, mungkin juga tidak juga, soalnya kalo saya ingat-ingat lagi sekarang,
petuah mama itu sebenarnya di sekitaran bilangan-bilangan itu saja.
Well. We'll see. =)
10 petuah mama ialah:
1. Jangan lupa berdoa.
Mama itu ga pernah secara spesifik memberi petunjuk kapan harus berdoa. Beliau juga gak pernah bilang, kamu kudu berdoa sebelum makan, sebelum tidur, bangun tidur, atau kapan. Mama yang aneh ya? Nggg. Tapi mama selalu rajin ingetin saya, "Jangan lupa berdoa." Dan, saya mengartikan itu artinya berdoa kapan saja.
2. Hidup itu seperti roda. Berputar. Kadang di atas. Kadang di bawah. Gak mungkin orang hidup senang terus, atau susah terus.
Ini salah satu petuah favourite mama juga. Dan, ya, saya rasa benar. Yang penting dalam segala situasi, ingat untuk kembali pada petuah pertama di atas. Hehehehe...
3. Bersyukur.
Kalau saya lagi dapat rezeki, kalau saya lagi susah hati, kalau saya lagi galau gundah gulana. Ingat-ingatlah petuah mama yang ketiga. Bersyukur.
"Jadi orang itu jangan cuma selalu lihat ke atas. Yang di bawah kita juga banyak. Di atas langit, masih selalu ada langit."
Oke. Saya akan coba searching tentang frase di atas langit masih selalu ada langit' di mbah google.
4. Segala sesuatu itu harus dicoba. Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa.
Kayanya mama saya paham benar bahwa saya ini dari luarnya kaya pemberani, tapi aslinya cemen. Jadi, waktu saya selalu menolak diajakin berenang zaman kecil dulu, soalnya biarpun udah les renang tapi gak pede udah bisa berenang. Mama saya bilang "Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa."
Waktu saya udah belajar banyak kali naik motor, tapi gak berani-berani juga turun ke jalan, mama saya petuahnya juga sama. "Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa."
5. Jangan gampang nyalahin orang lain. Orang-orang sekitarmu itu cerminan dirimu.
Nah! Ini ya, petuah ini kadang bikin saya jadi orang yang terlalu reflektif seringnya. Ketemu temen nyebelin, mikirnya, yah.. berarti saya juga orang yang ada sifat nyebelinnya juga. Ketemu dosen pembimbing yang 'on the rules' banget, saya refleksi lagi, oh ya saya juga on the track banget kesukaannya. Ketemu bos yang teliti dan detailnya amit-amit, mau ngeluh jadinya batal, saya inget saya juga tipe detail dan teliti banget-banget, dan teman2 saya dlu sampe sebel.
6. Sabar! Pelan-pelan! Satu-satu!
Zaman dulu suntuk skripsi, petuahnya ini. Zaman sekarang males dan ngeluh banyak kerja, petuahnya ini juga. Kaya petuah semua orang tua di bumi adalah ini deh ke anaknya.
7. Apa yang sudah kamu mulai, harus kamu selesaikan.
Singkat. Padat. Jelas.
8. Jaga hati.
Ini petuah yang urusannya asmaradahana sodara. Jaga hati! Mama saya lebih pengalaman bahwa hati itu rapuh sepertinya. Ya. Jaga hati.
9. Jadi orang jangan terlalu cuek. kamu itu gak hidup sendirian.
Awal mula petuah ini muncul adalah waktu saya kelas 3 SD. Tetangga toko depan toko saya protes, karena katanya kalo saya lewat toko mereka, saya gak pernah noleh dan kasih salam. Saya sebenarnya sampai sekarang masih ga paham, masalahnya apa saya kudu selalu noleh dan kasih salam setiap kali lewat sana? hmmm.. Dan mama saya pun, meluncurkan petuah no 9 ini. saya pasrah deh. Iya, ma, iya.
*apa ya petuah no 10? hmmm.. mikir.. mikir..*
10. Kalo apa yang kamu tabur baik, yang kamu tuai juga baik.
Buat saat ini, sedang gak bisa berkomentar banyak tentang petuah no 10 ini. Karma's rules.
Jadi, demikianlah, sodara. Sekian dan terima kasih.
Surabaya, 10 Desember 2012.
Kudunya listnya akan terus bertambah, hehehe..
Tapi, mungkin juga tidak juga, soalnya kalo saya ingat-ingat lagi sekarang,
petuah mama itu sebenarnya di sekitaran bilangan-bilangan itu saja.
Well. We'll see. =)
10 petuah mama ialah:
1. Jangan lupa berdoa.
Mama itu ga pernah secara spesifik memberi petunjuk kapan harus berdoa. Beliau juga gak pernah bilang, kamu kudu berdoa sebelum makan, sebelum tidur, bangun tidur, atau kapan. Mama yang aneh ya? Nggg. Tapi mama selalu rajin ingetin saya, "Jangan lupa berdoa." Dan, saya mengartikan itu artinya berdoa kapan saja.
2. Hidup itu seperti roda. Berputar. Kadang di atas. Kadang di bawah. Gak mungkin orang hidup senang terus, atau susah terus.
Ini salah satu petuah favourite mama juga. Dan, ya, saya rasa benar. Yang penting dalam segala situasi, ingat untuk kembali pada petuah pertama di atas. Hehehehe...
3. Bersyukur.
Kalau saya lagi dapat rezeki, kalau saya lagi susah hati, kalau saya lagi galau gundah gulana. Ingat-ingatlah petuah mama yang ketiga. Bersyukur.
"Jadi orang itu jangan cuma selalu lihat ke atas. Yang di bawah kita juga banyak. Di atas langit, masih selalu ada langit."
Oke. Saya akan coba searching tentang frase di atas langit masih selalu ada langit' di mbah google.
4. Segala sesuatu itu harus dicoba. Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa.
Kayanya mama saya paham benar bahwa saya ini dari luarnya kaya pemberani, tapi aslinya cemen. Jadi, waktu saya selalu menolak diajakin berenang zaman kecil dulu, soalnya biarpun udah les renang tapi gak pede udah bisa berenang. Mama saya bilang "Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa."
Waktu saya udah belajar banyak kali naik motor, tapi gak berani-berani juga turun ke jalan, mama saya petuahnya juga sama. "Kalau yang lain bisa, kamu juga bisa."
5. Jangan gampang nyalahin orang lain. Orang-orang sekitarmu itu cerminan dirimu.
Nah! Ini ya, petuah ini kadang bikin saya jadi orang yang terlalu reflektif seringnya. Ketemu temen nyebelin, mikirnya, yah.. berarti saya juga orang yang ada sifat nyebelinnya juga. Ketemu dosen pembimbing yang 'on the rules' banget, saya refleksi lagi, oh ya saya juga on the track banget kesukaannya. Ketemu bos yang teliti dan detailnya amit-amit, mau ngeluh jadinya batal, saya inget saya juga tipe detail dan teliti banget-banget, dan teman2 saya dlu sampe sebel.
6. Sabar! Pelan-pelan! Satu-satu!
Zaman dulu suntuk skripsi, petuahnya ini. Zaman sekarang males dan ngeluh banyak kerja, petuahnya ini juga. Kaya petuah semua orang tua di bumi adalah ini deh ke anaknya.
7. Apa yang sudah kamu mulai, harus kamu selesaikan.
Singkat. Padat. Jelas.
8. Jaga hati.
Ini petuah yang urusannya asmaradahana sodara. Jaga hati! Mama saya lebih pengalaman bahwa hati itu rapuh sepertinya. Ya. Jaga hati.
9. Jadi orang jangan terlalu cuek. kamu itu gak hidup sendirian.
Awal mula petuah ini muncul adalah waktu saya kelas 3 SD. Tetangga toko depan toko saya protes, karena katanya kalo saya lewat toko mereka, saya gak pernah noleh dan kasih salam. Saya sebenarnya sampai sekarang masih ga paham, masalahnya apa saya kudu selalu noleh dan kasih salam setiap kali lewat sana? hmmm.. Dan mama saya pun, meluncurkan petuah no 9 ini. saya pasrah deh. Iya, ma, iya.
*apa ya petuah no 10? hmmm.. mikir.. mikir..*
10. Kalo apa yang kamu tabur baik, yang kamu tuai juga baik.
Buat saat ini, sedang gak bisa berkomentar banyak tentang petuah no 10 ini. Karma's rules.
Jadi, demikianlah, sodara. Sekian dan terima kasih.
Surabaya, 10 Desember 2012.
Komentar
Posting Komentar