Hei Kamu Lelaki, Tenanglah.


Hei kamu lelaki, tenanglah..
Aku tidak pandai memasak, tapi kupastikan kamu tidak akan kelaparan.
Aku tidak pandai memasak, tapi kupastikan saat kamu sakit dan mual,
bukan indomie kuah yang akan kusajikan.
Tenanglah, setidak-tidaknya bubur sayuran dan teh manis hangat yang akan ada di hadapan.
Mungkin, tidak semewah bubur santan kaldu buatan ibumu.
Tapi, lelaki, percayalah..
Kuupayakan terbaik yang kumampu.

Hei kamu lelaki, tenanglah..
Aku mungkin ceroboh dan lupa meninggalkan barang kesukaanmu,
Tapi kupastikan saat kau sakit, aku punya perlengkapan yang kauperlu.
Barangkali obat sakit kepala, hingga minyak angin yang akan kau tolak mentah-mentah.
Dan ya, akan kupaksa kau tetap menggunakannya.
Walau itu artinya berhadapan dulu dengan cemberut bibirmu.
Karena bagiku, kesehatanmu itu yang pertama dan nomor satu.

Hei kamu lelaki, tenanglah..
Tuturku tidak lembut memanjakan, tapi kupastikan kamu tidak akan sendirian.
Akan kutemani kamu berbincang-bincang, saat kamu bosan.
Dan kita boleh bercerita apa saja.
Mimpi-mimpimu. Ketakutan. Dan lelahmu.
Humor lucu. Dan pemikiran-pemikiran anehmu.
Syukurlah jika kita tertawa.
Tapi, akan kunikmati saat-saat kita berbagi tangis dan pedih yang menyesakkan.
Juga, saat diam menjadi bahasa yang kita percakapkan.

Hei kamu lelaki, tenanglah..
Rasa-rasa dan pikiran yang memberatkan, istirahatkanlah.
Lalu malam ini, tidurlah.
Tidur yang tenang.
Dan jangan bermimpi apa-apa.


Selamat malam,

Selamat tidur, sayang.


Surabaya, 16 Desember 2012

21.51


Nb. Konon katanya, setiap tulisan itu punya muaranya.  =)

Komentar

  1. Tulisan ini so sweet :D
    Jadi kangen sama lelakiku kaaan. Eaahahaha

    BalasHapus
  2. Terima kasih. Konon katanya, setiap tulisan itu punya muaranya. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads