MEMILIH
Di usia yang sudah lebih dari 30 tahun ini, rasa-rasanya ada 1 skill yang aku masih kurang banget.
Masih perlu banyak belajar. Masih perlu banyak berlatih.
Yaitu skill dalam mengambil keputusan atau decision making.
Aku sangat kesulitan untuk mengambil keputusan, dalam hal kecil - kecil, hingga hal besar.
Sebuah cerita ketika aku mencari hampers imlek yang akan diberikan ke rekan kerja beberapa waktu lalu. Aku sebenarnya sudah survei berbagai pilihan sejak sebulan sebelumnya. Scroll instagram, like, saved. Scroll shopee, like, masukin keranjang, walaupun belum dicheck out, wkwk. Scroll tokopedia. Scroll lazada, dan melakukan hal serupa. Waktu sebulan itu aku habiskan untuk koleksi berbagai pilihan reed difuser dan candles yang pikirku akan kuberikan sebagai hampers. Cocok-cocokin budget, lokasi kirim, baca reviewnya dsb.
Hinggaaaaaa.. Imlek semakin dekat dan aku belum bisa memilih reed difuser dan candles mana yang mau kukirim ke para teman. Sementara itu, aku sudah mulai menerima berbagai kiriman dari para teman, kue, cookies, paket ini itu. Mulai panik dong, karena aku juga masih saja belum bisa memilih mana.
Kalau kuingat-ingat ada (terlalu) banyak pertimbangan yang aku pakai, sehingga aku akhirnya bingung sendiri. Reed difuser olshop A : packaging bagus, harga oke, tapi kok ukurannya kecil.
Reed difuser olshop B : harga oke, ukuran oke, tapi kok packaging biasa aja. Reed difuser olshop C : packaging dan isi oke, kok harganya gak masuk. Reed difuser olshop D: semua oke, kok ongkirnya mahal banget. Reed difuser olshop E: semua oke, tapi kok ga ada yang review. Begitulah semua nya, berbagai pilihan yang ada, kaya selalu ada kelemahannya. Dan, intinya aku bingung. Aku tidak bisa memutuskan dari berbagai pilihan itu. Reed difuser F : kayanya bagus semua, hmmm oke deh pilih ini, tapi ketika mau checkout. Wait, pantas gak sih kasih reed difuser dengan harga budget skian, packaging begini, ke teman-teman yang uda kasih parcel gede-gede dan bagus.
Memilih hampers yang 'beda' aja dari umumnya yaitu cookies dan kue-kue, aku luamaaaa banget untuk memutuskannya. Dan takut gak pantas.
Well.. singkat cerita setelah pencarian selama sebulan dan koleksi berbagai data olshop penjual reed difuser dan candle, akhirnya aku mengirim hampers buah segar ke teman-teman. WHY?
Karena main aman aja.
---
Kemudian aku menelisik ke berbagai pengalaman ke belakang. Berbagai situasi dimana aku harus memilih. Aku cenderung untuk sebenernya kepengennya apa. tapi di ujungnya akhirnya aku memilih apa, yang berbeda dengan yang awalnya kupengen, karena ya 'lebih gampang' aja.
Then, ketika aku menulis ini sekarang, aku berpikir, ini penyakit mental ga sih?
Pola ini terjadi dan terjadi lagi. Berulang dan berulang kali.
---
Mengapa aku selalu merasa begitu kesulitan dalam memilih dan mengambil keputusan?
Mengapa aku cenderung mengambil keputusan yang lebih aman dan jauh berbeda dengan yang sebenernya aku inginkan?
Dan , setelah itu terjebak pada perasaan, kenapa kok gak yang sesuai keinginan di awal sih, yang dimana sudah ekstra effort berpikir, menimbang, mencari yang terbaik. Mengapa kok di ujung waktu , selalu akhirnya milih 'ya udahlah yang gampang aja'.
---
Serius. Aku merasa, ada yang 'salah' dengan pola yang terjadi ini.
And i want to find 'why'
.
Komentar
Posting Komentar