BERGERAK

Aku tidak tahu korelasinya.

Mungkin ada. Mungkin juga, sebenarnya tidak ada korelasi apa-apa.

Tapi, pernah kah kalian merasa, bahwa bergerak membantu kita berpikir.

Bergerak membantu kita untuk melakukan hal-hal yang jika kita diam dan pikirkan saja, terasa lebih berat, lebih seram, lebih menakutkan.

Membayangkan berjalan selama 45 menit setiap hari rasanya kok lama dan lelah.

Padahal, ketika sudah melakukannya, ternyata tidak selama itu, tidak sesulit itu, tidak secapek itu.

Membayangkan membersihkan rumah yang sudah berdebu, dan berkerak, kok rasanya sulit.

Padahal, ketika sudah melakukannya, ternyata ya selesai juga.

Membayangkan menulis blog lagi seperti ini kok rasanya sulit dan bakal gak tahu mau nulis apa.

Padahal, ketika sudah mulai mengetik, ya lancar-lancar aja.

Tidak terasa ini sudah kata ke berapa. Dan sudah hampir jadi saja sebuah tulisan.

Barangkali memang seringnya kita perlu membiarkan gerak terjadi dulu, baru kemudian berpikir.

Bergerak dulu membantu kita menyadari bahwa ternyata kita bisa, kita  mampu.

Konon katanya, bayangan selalu lebih besar dan menyeramkan dari pada kenyataan.

Sama seperti pikiran, lebih sulit dan lebih rumit dibanding tindakan dan gerakan saat sudah dilakukan.

Sekian tulisan hari ini. ;)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads