Ransel
“Tapi kemudian kita belajar bahwa orang yang kita cintai itu terbangun atas banyak hal.
Dia membawa ransel besar yang berisi keluarga, teman-teman, mimpi, trauma, rencana, harapan, masa lalu, kebiasaan, ketakutan, yadda yadda yadda.. IF and only IF, kedua pihak menginginkan dan mengijinkan, kita kemudian tau apa isi ransel itu dan terlibat di dalamnya. Whether you like it or not, you have to deal with it. Demikian pula sebaliknya, kita juga harus menyadari bahwa kita juga merupakan makhluk yang kompleks dengan ransel di pundak.”
-ngutip dari blog sahabat saya-
Malang, 19 Agustus 2012
|
Komentar
Posting Komentar