H.o.M.e (?)


Sebenarnya apa itu pulang?

Apa berada secara fisik di rumah yang pernah kita tinggali dalam masa kecil hingga 18 tahun kemudian,

membuat kita sah disebut pulang?

Apa berada secara fisik di kota kelahiran, yang jalan-jalannya kita hafal mampus,

membuat kita sah disebut pulang?


Hmm.. Jujur!

Saya suka merasa 'aneh' kalo pulang ke rumah sekarang.

Apalagi, kalo seperti sekarang, pulang dalam waktu lumayan lama. (baca: lebih dari 2 hari)

Satu kata yang kemudian menyergap. Dan kemudian, bikin saya serem sendiri.

Lalu, merasa bersalah sendiri.


Asing. Saya merasa asing.


Dan, saya pun jadi bertanya-tanya, makin gila bertanya, tentang apa itu pulang?

Kenapa saya kok merasa asing di kota saya sendiri?

Kenapa saya kok merasa asing di rumah saya sendiri?


Apa kelamaan merantau asal-muasalnya? 4 tahun kuliah, 1 tahun terakhir bekerja.

Praktis, secara fisik, sudah 5 tahun ini saya sah keluar dari rumah.

Ngapa-ngapain sendiri. Sudah 5 tahun, saya terbiasa untuk tidak ada yang secara detail mengomentari apa yang saya lakukan, apa yang saya pakai, cara apa yang saya gunakan.

Dan, sekarang, ketika saya di rumah, ibu saya komentar tentang saya seharusnya pakai baju dan sandal apa saat keluar rumah. Ayah saya komentar tentang kebiasaan mandi saya yang lama.

Adik saya komentar tentang kenapa saya menyanyi-nyanyi dengan earphone bersuara keras di telinga saya.

Saya yang berubah? Kebiasaaan saya yang berubah? Ketidakterbiasaan lagi untuk menerima komentar selama saya hidup sendiri?

Apa itu alasan yang cukup beralasan untuk membuat saya merasa asing di rumah saya sendiri?


Apa saya merasa ga menemukan 'rumah' karena saya sudah ga punya ruangan saya sendiri di rumah ini?

Kamar saya sudah diakuisisi oleh adik saya yang paling besar.

Dan ketika saya pulang seperti sekarang, sungguh betapa sulitnya menemukan jejak-jejak saya lagi di ruangan itu.

Dan, sekarang saya pun tidur di sembarang tempat di rumah ini.

Rasanya, seperti tidak ada tempat juga buat saya. Buat privacy saya.

Apa ini alasan yang cukup beralasan untuk membuat saya merasa asing di rumah saya sendiri?


Apa karena sekarang teman-teman saya sudah pada tercerai berai kemana-mana, sehingga saya pun ngerasa aneh di kota ini? Kalo konsep mudik itu, kembali ke kota kelahiran, dan merasa gembira, tenang, nyaman. Maka, saya kok nggak nyaman ya. Malah pengen secepat-cepatnya balik ke kota perantauan saya. Dimana saya bisa jalan-jalan, hang out, dengan lebih nyaman? Ada teman-teman yang bisa saya temui dan saya ajak jalan.


Parahnya lagi! Parah!!!

Saya bahkan merasa gak nyaman buat ngobrol dengan orang tua dan adik-adik saya.

Hello?? Konsep pulang itu seharusnya berlawanan dengan pembicaraan basa-basi kan?

Bukannya semestinya pulang berarti kamu menemukan kenyamanan dan keamanan lebih untuk mengungkapkan yang kamu rasakan, yang kamu pikirkan, yang kamu gumulkan?

Oke! Sama papa memang dari dulu ga bisa ngobrol.

Tapi, sekarang ini saya juga gak bisa ngobrol lama sama mama saya. Awkward. Aneh.

Ya. Saya mendengarkan mama saya cerita. Saya juga cerita beberapa hal sama mama saya.

Tapi, yah, sudah. Huft.

Aneh. Ibaratnya membaca buku, saya sudah membaca sampai halaman seratus sekian, dan obrolah yang saya bisa lakukan dengan mama saya, seperti harus kembali ke halaman sepuluh. Begitupun sebaliknya.


Parah? YA!!


Saya seteres sendiri. Bingung sendiri. Takut sendiri. Sama keasingan ini.


I don't feel home.


 Malang, 18 Agustus 2012





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads