Nona Muda: Debu dan Air.
Nona, nona muda..
Kamu minum air seperti perempuan kesetanan..
Air menghalau haus, nona.
Kamu minum air seperti perempuan kesetanan..
Air menghalau haus, nona.
Bekerja di
kerongkonganmu.
Membersihkan
riak-riak di tenggorakanmu.
Tapi,
jelas, kamu cerdas untuk tahu,
Dia bukan
vacuum cleaner yang menghalau debu di kepalamu.
![]() |
| air - bukan vacuum cleaner. |
Nona, nona
muda..
Apa? Apa?
Apa?
Yang
menggelisahkan hatimu,
Yang
memberatkan pikirmu..
Adakah?
Atau
jangan-jangan tidak ada...
Tubuhmu,
pikiranmu, hatimu, hanya sedang berjalan normal menjalankan tugas mereka.
Bekerja
seperti siklusnya. Kadang mereka hanya berlagak seperti roda yang berkarat,
Pada
putaran yang keberapa ngambeg melambatkan diri,
Ya.. Ya..
Seperti itu saja,
Maka
mereka..
Memberimu
mood tidak baik hari ini,
Supaya
kamu ingat berhenti.
Mengganggumu
dengan rasa tidak nyaman,
Supaya
kamu ingat menoleh dirimu sendiri.
Nona, nona
muda..
Ahh.. Atau
jangan-jangan sebaliknya,
Terlampau
tumpah ruah yang kamu pikirkan,
Terlampau
bungah, terlampau buncah, terlampau gundah yang kamu rasakan..
Dan, kamu
tahu, kamu lebih dari tahu,
Ada
keterbatasan padamu untuk menguraikan akarnya.
Nona, nona
muda..
Ahh..
Sudah, sudah..
Itu sudah
gelas ke enam, eh, atau ke delapan,
Bukannya
sudah kubilang di awal?
Air tidak
menggelontor debu di pikiranmu,
Secuil pun
tidak.
Sia-sia,
nona.
Sudah..
Sudah..
Bagi
jiwamu yang mengerontang kekeringan,
Atau
pikiran dalam keseharianmu yang gersang,
Mata air
yang sesungguhnya kamu cari ada pada Nya, nona.
PadaNya,
kamu tidak perlu minum berteguk-teguk.
Setetes
lebih dari cukup.
Ya.. Ya..
Ya.. Kenapa?
Kamu ragu,
nona?
Kamu malu,
nona?
Kali ini,
coba dengarkan dan lakukan saja saranku,
Kali ini
berlarilah padaNya meminta belas kasihan.
Mungkin Ia
tergerak. Barangkali saja, tidak.
Tapi,
bukannya setidaknya, berlari padaNya saja,
cukup
memberimu energi yang cukup.
...
Hhh.. Nona
muda, kamu bandel sekali.
Sudah.
Kataku, sudah.
Itu gelas
ke sepuluh dalam beberapa jam ini.
Sia-sia,
nona. Seujung kuku pun, debu di kepalamu
tidak berpindah.
Surabaya,
8 Agustus 2012

Komentar
Posting Komentar