Mind: The Series (17- Dengar, Rasakan.)


Semacam dejavu.
Malam. Lembaran putih ms. Word dan kursor yang berkedip-kedip.
Ditambah lagu-lagu yang didengar dengan earphone...
Awal mulanya saya memasang lagu depapepe yang ceria dan rancak itu, penuh semangat.
Lewat beberapa menit, kursor saya masih kedap-kedip.
Lewat beberapa lagu, saya merasa kurang nyaman.
Ya. Lagunya enak. Saya menikmati lagunya. Tapi, saya merasa lagu itu bukan saya sekarang.
Saya sedang gak butuh untuk menjadi ceria, penuh semangat, dan rancak seperti lagu itu.
Sedang tidak hendak. Sedang tidak mau. Dan memaksakan diri untuk menjadi rancak itu ujungnya, tidak nyaman. Nyiksa.

...

Maka, ya, playlist pun bergantilah.

Drastis.

...

Lagu korea. Saya ga paham liriknya.
Tapi, saya lancang menyimpulkan ini sejenis lagu yang melodinya meluruhkan.
Dari intronya saja sudah terasa auranya, warna biru atau ungu. Paham kan? Lagu semacam apa yang sekarang akhirnya terdengar di telinga saya, dan memberi daya kursor ms. Word ini bergerak.
Apa iya lagu ini menggambarkan perasaan saya?
Sebenarnya tidak juga, atau jikapun mungkin benar, saya menolak mengamininya.
Gak tau. Entahlah. Saya cuma menikmati rasanya digerus dan perasaan pedih yang disampaikan dalam nada-nadanya.
Mungkin menghayati perasaan sedih dan pedih juga salah satu kebutuhan perasaan manusia? Mungkin saja.
Kalau sudah seharian lelah tertawa, tersenyum, bersemangat. Barangkali malam begini, ada kenikmatan tersendiri, waktu bisa merasa sedih. *Saya rada aneh juga dg kesimpulan ini.*
Tapi, ya, saya jadi mikir kemana-mana. Hubungan antara lagu yang saya dengarkan dan kursor yang sekarang bergerak-gerak.
Lagu ceria, rancak, auranya oranye cerah, ada kalanya gak cukup punya kekuatan menggerakkan kursor saya.
Sebaliknya, lagu yang ungu dan biru ini, malah membuat kursor saya mengalir nyaman.
Kenapa ya? Apa iya persoalan rancak tapi diam saja, dan pedih tapi bergerak, ini bukan cuma tentang lagu, tapi juga terjadi dalam hidup sehari-hari.
Bahwa bahagia, saat dipaksakan, lama-lama menimbulkan perasaan tidak nyaman.
Bahwa kepedihan, saat sudah diterima dan bisa dihayati benar-benar, justru punya kekuatan untuk menggerakkan. Malah, jangan-jangan kekuatannya lebih besar.

Hhhm.. Tidak tahu. Tidak mau tahu dulu.
Anggap saya melantur saja.



Sby, 27/07/12

notes: siapa tahu ada yang penasaran, bagaimana lagu nggerusnya:
http://mp3take.com/getdl.php?name=Hi Hi [LIE TO ME OST 3]&takeit=05263cf4ca4f1e0e
http://mp3take.com/getdl.php?name=Lie To Me Ost Nothing (amutgodo) By Just&takeit=093c58effe27183d


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads