Mind: The Series (16- Gelombang)


Karena kamu gelombang,

Maka saya membiarkanmu bergulung,

Bergulir arahmu menuju ke tepian.



Ya, tentu saja,

Kamu mungkin pecah di tengah.

Menjadi buih-buih yang pedih.

Tak pernah mencapai tujuanmu.



Tapi, ya, tentu pula, mungkin saja ceritanya berbeda.

Meski terengah, kamu menyentuh pasir yang menantimu di tepian,

dengan sabar, setia, dan kepasrahan.





Entahlah.

Bagaimana ceritamu?

Saya tidak tahu. Kamu pun tidak.

Dan, bukankah memang seharusnya demikian?

Terlampau banyak hal, yang sebaiknya kita tak perlu tahu dulu.

Tidak juga menebaknya. Ataupun membatasi segala kemungkinan dan ketidakmungkinan dengan kira-kira.


Kamu, gelombang, maka bergulunglah. Bergulirlah.

Dan, apa yang harusnya terjadi, terjadilah.


Surabaya, 21/07/2012


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads