Friendship Story at Toast Story Malang


Halo, selamat pagi menjelang siang. Di tengah suasana mendung dan rintik hujan yang mengguyur sejak tadi pagi, aku hendak bercerita lagi tentang salah satu tempat enak untuk hang out di kota Malang. Kali ini aku akan menuliskan tentang tempat nongkrong bernama Toast Story. Sebuah café dengan menu istimewa berupa hidangan roti dipanggang. Di Malang, sudah ada 2 cabang café ini, yaitu di jalan Bondowoso dan di ruko Soekarno Hatta.

Minggu lalu, aku nongkrong cantik di Toast Story cabang Soekarno Hatta bersama teman SMA ku, Baba. Kami sudah terpisah jarak selama 7 tahunan, karena dia di Jakarta (7 tahun) dan aku di Jogja (4 tahun) dan Surabaya (3 tahun).
Terakhir bertemu sekitar 2 tahun lalu, saat pernikahan kakaknya, dimana saat itu kami pun tidak terlalu banyak ngobrol.
Reuni kecil berdua berlangsung selama sekitar 2 jam kemarin. Dua jam untuk  merangkum cerita 2 tahun,  segala lika-liku kehidupan cita dan cinta kami selama berjauhan. Tsah! Lihatlah, bagaimana waktu telah membawa kami menjadi pribadi yang dulu ketika SMA tidak pernah kami bayangkan. Lihatlah, bagaimana waktu memberi kami berbagai pengalaman dan cerita selama 7 tahun ini. 
Time flies, but friendship never dies. ^^
Seru sekali obrolan pada sore itu. Yah, melepas kangen dan berbagi kehebohan dengan teman lama, selalu membawa nostalgia dan semangat.

the menu: curry box
Reuni kami sore itu ditemani hidangan dari Toast Story. Aku memesan menu "Curry Box" dan si Baba memesan "Banana Strawberry Box". Keduanya merupakan menu baru, sehingga kami pun mendapat bonus. Setiap menu baru akan mendapat free 1 gelas Frezzy Melon, minuman yang rasanya lucu. Hore Yeyeye! Dan kami senang sekali lho, karena untuk semuanya itu kami hanya perlu merogoh kantong sekitar IDR 20 ribu saja. Nyam!
Keunggulan menu di Toast Story ini adalah cara penyajian nya yang sangat cantik dan fotoable.  Hal ini menjadi nilai plus untuk menambal rasa sajian yang menurutku standard saja. Hmm, barangkali aku harus mencoba menu lain, supaya siapa tahu, bisa merasakan menu Toast Story yang paling nendang, hehehe..

Bangunan Toast Story yang didominasi warna putih, diisi dengan kursi putih minimalis dan hiasan-hiasan lucu di dinding, menjadi saksi ketawa-ketiwi. Suasana dingin karena hujan di luar saat itu, berbanding terbalik dengan kehangatan di dalam. Selain kami, ada beberapa pasang cewe lain juga yang sedang asyik rumpi. Sepertinya pilihanku untuk memilih Toast Story sebagai lokasi reuni, tidaklah salah. Sepertinya pengunjung tempat ini yang kebanyakan perempuan muda seusiaku, memiliki pendapat sama bahwa tempat ini cukup comfy.

suasana cafe Toast Story
Meski demikian, menurutku akan lebih baik jika pengelola café lebih memperhatikan kebersihan. Adanya lalat yang kadang mengganggu dan lantai kotor bekas sepatu sedikit mengusik pemandangan.
Apalagi, untuk sebuah tempat yang menjual makanan, kebersihan tentu penting untuk diperhatikan.

Well, yah, demikianlah sekilas ceritaku kali ini. Sampai jumpa di cerita-cerita lain tentang tempat asyik di Malang. Cao!


Komentar

  1. A partnership such as this is undoubtedly expensive for replica watches sale the watch brand and Rolex has the deep pockets needed to fund a global program that would include advertising, promotional considerations replica watches sale and, using Hublot as an example, special edition watches. While it was easy to understand Hublot producing a wild looking promotional model like the F1 King Power Austin Limited Edition, can you honestly imagine rolex replica uk following in step? It's nearly impossible to envision a Rolex slathered in F1 branding, sporting a brake rotor bezel and produced solely to promote a new stop on the race calendar. What is both possible and exciting is the idea that Rolex will leverage this fake watches new F1 partnership to launch an update to the Daytona. The Daytona is Rolex's famous and somewhat long-in-the-tooth racing chronograph rolex replica sale which has been connected to professional racing since its initial debut in 1963.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads