Koleksi Lama: Mengejar Senja (the series)


MENGEJAR SENJA PART 1

Kita bergerak mengejar senja. Air berarak di samping kita Mengiringi jalan kita yang katamu seperti menikmati gondola venesia. Bebek berbaris mengagumkan hati. Sepeda  tua dikemudikan di depan kita oleh penumpang yang telah termakan usia.
Kita bicara apa saja, semaunya, dan tertawa-tawa.
Tiba-tiba kau menyeletuk, "Pembuat jalan ini pasti masuk surga."

25 Juli 2009

MENGEJAR SENJA PART 2

Waktu usiaku genap 20, kau minta soreku.
"Mari ke tempat yang membuat kita bisa mengejar senja," katamu.   
Strawberry ranum dan gula pasir menjadi teman perjalanan. 
Langit berarak merah dan aku suka. 
"Selamat ulang tahun." Sebait lagu yang kusuka kau lantukan.
Aku terkejut. Setelah semuanya, masih ada seuntai mawar kau berikan malu-malu. 
Seiringnya kau berkata,  "Aku ingin berbagi rasa sayang yang tulus denganmu." Aq cuma terpana.
Tak pernah berani memikirkanmu mengatakan itu sebelumnya.

Di barat, pendar cahaya merupa langit. Matahari sudah pergi dengan cantik.

30 Juli 2009

MENGEJAR SENJA  part 3

Apa saya bisa mengejar senja lagi bersamamu?
Sore ini langit merahnya indah sekali, sayang, saya mengejarnya sendiri.
Ada biru yang kamu puja. Ada orange yang saya suka.
Tapi, tak seperti biasanya, hitam pun berserak disana.
Tak seperti dulu, kali ini saya tanpa kamu. 

2 Maret 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads