MENGISI WAKTU

Waktu adalah harta ajaib yang diberikan 'cuma-cuma', dalam jumlah yang sama kepada semua orang di dunia. 86400 detik sehari. 24 jam. 7 hari seminggu. 365 hari setahun.Pak Jack Ma, Pak Donald Trump, Pak Jokowi, Raisa, Pedagang pangsit mie di pojokan jalan sana, Mba penjual juice langganan saya, kamu, dan saya semuanya diberi sama. Bedanya, kita semua punya pilihan dan hak istimewa masing-masing dalam menggunakannya.
.
Seperti sekarang.
Barangkali, Pak Jokowi sedang menggunakan waktunya, rapat mengenai nasib negara.
Mungkin Raisa lagi asik ngobrol manja sama om Hamish ganteng.
Nah, klo kamu sedang apa?
Kalo saya sih, sekarang, dalam rangka gak sedang hectic harus ngapa-ngapain, sekarang lagi mencoba menulis aja.
.
Iya. Menulis aja. Serandom apapun tulisan ini.
Semelantur dan kemana-manapun tulisan ini.
Setidaknya, menulis terasa rada berguna, haha. Konon katanya, menulis itu adalah salah satu bentuk olahraga otak. Biar ga cepet pikun. Biar syaraf di otak kita 'dipaksa' bekerja, dan menjadi tetap kuat daya tangkap dan ingatnya. Konon juga, menulis itu bagus buat kesehatan jiwa. Proses berpikir dan lalu menuliskannya adalah detoksifikasi racun yang ada di pikiran dan perasaan. Karena manusia itu kan sebenernya memang makhluk yang dari sononya diciptakan untuk 'melepas'. Ya, melepaskan pikiran. Melepaskan uneg-uneg. Mengeluarkan ide. Air aja yang disalurkan lebih oke kualitasnya, dibandingkan air yang cuma menggenang aja.
Jadi, ya saya mengisi waktu ini dengan menulis saja. Seperti sekarang.
Sembari, memikirkan usai titik di tulisan ini, saya hendak mengisi waktu dengan melakukan apa.
.
26 Sep 17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads