JEMPOL PEDAGANG ONLINE


Ya. Setiap pekerjaan pasti ada resikonya.
Pekerja tambang punya  resiko kecelakaan kerja.
Pilot dan pramugari punya resiko pesawatnya jatuh.
Dokter punya resiko gak sengaja terlibat malpraktek.
Pekerjaan yang dulu, as marketing promotion, merangkap detailer punya resiko pantat tipis dimakan jalanan Surabaya.
Pekerjaan yang sekarang, as pedagang online, punya resiko jempol njarem dan kaku bingits.

Ya. Beberapa hari ini berasa banget jempol kiri dan kanan tidak nyaman.
Sejenis jempol kaku dan tegang. Gak enak intinya.
Nyeri. Sakit. Sejenis itu.
Saya pun mengevaluasi kinerja jempol. Sebab musabab kenapa jempol bisa menjadi menderita begini.
Dan… rasa-rasanya saya tau kenapa alasannya.

Jempol ini bekerja ekstra keras dari seharusnya, sodara.
Roda bisnis  Nonamuda.Fashionstory bertumpu pada jempol. Jempol sehat adalah modal buat mengoperasikan  3 instagram, akun FB, akun bukalapak, tokopedia , shopee, dll yang dijalankan buat cari duit.

Ya. Ibaratnya Mariah Carey mengasuransikan suaranya. Tiger Woods mengasuransikan tanahnya. David Bechkam mengasuransikan kakinya. Karena anggota tubuh itu adalah aset yang mendukung pekerjaan mereka.

Nah saya, dan pedagang online shop lain, kudunya mengasuransikan jempol kami.
Jempol adalah aset dalam perdagangan online. Khususnya jika kita menggunakan handphone/ blackberry/ android untuk menghandle transaksi yang masuk.

Kedua jempol yang dalam kehidupan normal gunanya selalu team work dengan keempat jari lainnya.
Tapi, dalam kehidupan pedagang online menjadi pemeran utamanya.

Jempol mengapit handphone kita setiap saat. Karena ga mungkin kan, online pake handphone diantara jarimanis atau kelingking.
Jempol bekerja ekstra keras untuk mengetik, melakukan scrool up atau scroll down, bahkan untuk memfoto produk.
Semuanya dikerjakan oleh kedua ibu jari kesayangan ini.
Dan hasilnya adalah jempol pun kelelahan.

Iya, saya browsing di internet dan menemukan artikel-artikel dengan gejala yang saya alami ini sebagai 'thumb texting'.
Suatu kondisi dimana jempol yang seharusnya didesain oleh Tuhan agar tidak terlalu aktif bergerak. Tapi, dalam kasus penggunaan smartphone/ blackberry/ ipad malah mengalami tekanan lebih banyak. Terlalu banyak.
Akibatnya, jempol pun menjadi stres.  Stres berat kelelahan dan kit apun mengalami jempol njarem, nyeri, dan sakit.

Hal ini adalah gejala yang tidak  boleh dibiarkan terjadi. Karena dalam jangka panjang berhubungan dengan kerusakan jaringan syaraf. Ngerriii!!!  Betapa susahnya melakukan aktivitas sederhana seperti menggenggam, memecah telur, membuka bungkus indomie, bahkan sabunan jika jempol kita rusak. Aaaak!

Karena itu, saya sekarang berjanji akan lebih bijaksana dalam 'memperkerjakan' jempol saya. Lebih jempolawi.
Saya tidak lagi akan memforsirnya terus menerus almost 16 jam setiap hari.
Saya akan memberi jeda setiap 5 menit bagi jempol saya.
Chat konsumen memang antri dibalas. Curhatan reseller juga harus ditanggapi dengan sigap. Promosi di berbagai lapak social media dan marketplace kudu rajin dan tekun dilakukan.
Tapi jempol saya Cuma ada dua di dunia ini. Satu untuk masing-masing tangannya.
Saya harus merawatnya. Menjaganya.

Jadi, doakan saya supaya tahun depan , saya bisa membudgetkan rezeki jualan online untuk membuka lowongan asisten.
Asisten yang bisa menjadi jempol kepercayaan saya , dalam melakukan berbagai pekerjaan.
Asisten yang bisa menjadi jempol kanan saya, dalam melayani konsumen dan reseller semuanya.
Amin. Amin. Amin.

Jempol, tetaplah sehat!

^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads