Terapi Bunga


Hari ini bersejarah. Aha! Ya. Mari kita peringati sebagai hari pertama kalinya saya membeli bunga. Ya. Ke pasar bunga. Memilih bunga yang cantik. Melihatnya dirangkai. Membawanya pulang.


Tidak ada rencana untuk membeli bunga hari ini. Walaupun, jauh-jauh hari kemarin, saya memang sempat kepikiran untuk mencoba aktivitas membeli bunga ini.
Kepala pening. Perasaan gundah. Langit syahdu. Dan, saya sengaja lewat jalan Kayoon surabaya dengan beauty pelan-pelan, shingga bisa melihat bunga sekilas-kilas. Belum tertarik benar-benar untuk membeli. Bahkan, motor sudah saya lajukan meninggalkan jalan itu.


Hingga, di jalan besar saya tiba-tiba merasa, bahwa setelah lihat-lihat bunga sebentar tadi, perasaan saya lebih tenang, dan pikiran saya lebih ringan saat mengendarai motor lagi. Maka, saya pun berbalik arah. Kembali ke Jalan Kayoon Surabaya lagi, yang memang sentra penjualan bunga.

Parkir. Masuk ke dalam pasar bunganya. Enjoy the time!

Menikmati jalan sendirian di tempat baru, melakukan aktivitas baru. Ngobrol sama penjualnya. Bicara dengan orang baru yang sedang cari bunga juga untuk ibunya. Dan dengan antusias mengatakan bungaku lucu dan cantik.


Appreciation. Positive energy.
And it makes me feel good.
Senang.

And, in my cynical and realistic way of thinking, this is the conclusion:
Yes. Money can't buy happiness.

But, money can buy flowers.
And for now, flowers is enough.

this is my flowers. :D


*note: walaupun teman saya mengatakan, "U looks desperate by buying flowers for yourself.." --> Is it a kind of desperation? Haha.. Because I choose another idea that I'm being someone who respect myself more by giving me a reward like flowers. :D
Surabaya, 28 November 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads