Interview

Oh ya.. Barangkali memang ya, benar kata teman-teman dekat saya.
"Kamu itu terlalu judgemental."
Saat ini. Detik ini. Saya mengamininya.

Apa sebab?

Hm.. Panjang lebar cerita.
Ini terkait dengan kerja saya.
Oh ya, kalau saya sempat punya kepengenan jadi HRD, mestinya kepengenan itu sedikit terkabul saat ini. Kerja saya yang susah dideskripsikan job desk pastinya itu, membuat orang mengeluarkan seluruh potensi nya (baca: multitasking. baca: buanyak hal yang kudu dilakukan).
Termasuk saya, mengeluarkan potensi untuk bertanya dan menggali potensi terbaik dari setiap orang. (bahasa sederhana: interview)


Saya. Interview.
Arrr. Hampir 1 bulan ini, puluhan gadis keluar masuk kantor mencari saya.
Apa sebab? Janji interview. Oh yeah..

Saya.
Orang yang diberi label 'too judgemental' ini, menginterview.

Oohh. Sungguh suatu pengalaman yang ruaarr biasa.

Wawancara ternyata bukan pekerjaan mudah, sodara.
Bagi saya, malah kemudian jadi beban.

Yup. Yang saya percayai, wawancara adalah proses untuk mencari tahu pribadi di hadapan kita.
Lebih jauh lagi, bagi kepentingan perusahaan, wawancara adalah proses untuk menemukan kualitas yang dibutuhkan.

Nah.

Dalam prakteknya, mewawancara orang itu tidak mudah. Mewawancara itu adalah sebuah skill.
Tidak bisa sekejab jadi ahli disana. Harus banyak latihan. Harus belajar lebih peka. Harus bersedia mendengarkan. Harus cukup cerdas sekaligus rendah hati, saat bertanya ataupun berkomentar.

Khusus saya, harus belajar mengendalikan 'too judgemental' itu. *walaupun judgement, dalam kadar yang pas, juga dibutuhkan.

Banyak dari para gadis yang memperkenalkan dirinya itu punya riwayat kerja sebagai SPG produk rokok. Dan ya, saya punya pengalaman yang ga cukup baik ketika mempekerjakan mereka dengan latar belakang demikian. Hhmm.. bawaan judgemental saya, sedikit banyak, suka tidak suka, membingkai pandangan dan keputusan saya, pada akhirnya.

Ooohh. Sungguh, wawancara bukan kerja mudah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Das Sollen vs Das Sein (1)

Main Kata (1) : MIMPI

Date a Girl Who Reads